alexametrics

Sinyal The Fed Redupkan USD, Rupiah Menyala ke Rp14.244

loading...
Sinyal The Fed Redupkan USD, Rupiah Menyala ke Rp14.244
Rupiah hari ini dibuka menguat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sinyal bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve yang mengisyaratkan untuk menurunkan suku bunga demi memerangi risiko perlambatan ekonomi global telah meredupkan indeks dolar AS (USD). Hal ini menjadi momen keuntungan bagi rupiah.

Data Bloomberg mencatat rupiah pada perdagangan Kamis ini, dibuka menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.244 per USD, berbanding penutupan Rabu kemarin di level Rp14.269 per USD.

Sinyal The Fed tersebut juga menguatkan sejumlah mata uang Asia. Seperti won Korea Selatan +0,78%, dolar Taiwan +0,69%, yen Jepang +0,46%, ringgit Malaysia +0,36%, baht Thailand +0,35%, peso Filipina +0,26%, yuan China +0,22%, dan rupiah +0,18%.



Data Yahoo Finance juga mencatat mata uang kecintaan kita menyala 25 poin alias 0,17% menjadi Rp14.240 per USD, dibandingkan posisi Rp14.265 per USD pada Rabu lewat.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok kurs tengah rupiah pada Kamis ini di Rp14.236 per USD, terapresiasi 35 poin dari level Rp14.271 per USD pada Rabu kemarin.

Penguatan rupiah seiring sinyal The Fed yang membuka peluang penurunan suku bunga untuk mengantisipasi meningkatnya ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang inflasi yang lemah.

Melansir dari Reuters, hasil tersebut membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama melemah menjadi 97,188, setelah kehilangan lebih dari 0,5% semalam. "Meski pasar telah mengantisipasi sebagian besar dari pernyataan The Fed, penurunan dolar AS hari ini relatif besar," kata Daisuke Karakama, kepala ekonom pasar di Mizuho Bank.

Selain itu, melemahnya USD karena imbal hasil treasury AS yang jatuh. Imbal hasil treasury AS bertenor dua tahun melemah menyentuh 1,737%, level terendah sejak November 2017.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak