alexametrics

Fed AS Buka Pintu Penurunan Suku Bunga di Tengah Kritikan Trump

loading...
Fed AS Buka Pintu Penurunan Suku Bunga di Tengah Kritikan Trump
The Fed alias Bank Sentral Amerika Serikat (AS) membuka pintu seputar kemungkinan untuk melakukan penurunan suku bunga tahun ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
WASHINGTON - The Fed alias Bank Sentral Amerika Serikat (AS) membuka pintu seputar kemungkinan untuk melakukan penurunan suku bunga atau Fed rate, di tengah kritikan yang kerap dilayangkan oleh Presiden Donald Trump. Federal Reserve masih menahan suku bunga sejauh ini, namun dikatakan ketidakpastian seputar prospek ekonomi global bisa memaksa bank sentral melakukan perubahan.

Seperti dilansir BBC, Kamis (20/6/2019) berdasarkan pemungutan suara, salah seorang pembuat kebijakan Fed sudah menganjurkan adanya pemotongan secepatnya, seperti yang telah diserukan oleh Presiden Trump. Para pejabat dalam beberapa pekan terakhir mengakui bahwa perang dagang yang berkepanjangan dengan China, pada akhirnya membuat prospek menjadi kelam.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menetapkan kebijakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 2,25-2,5% akam tetapi mengatakan "ketidakpastian tentang prospek ini telah meningkat dan The Fed akan bertindak sesuai dengan aturan untuk mempertahankan ekspansi," jelas pernyataan resmi FMOC.



Pernyataan Fed menjadi perhatian para pelaku pasar, termasuk adanya sinyal perubahan. Namun bank sentral tidak lagi mengutarakan akan tetap "sabar" dalam menilai data ekonomi.

"Mengingat ketidakpastian ini dan tekanan inflasi yang diredam, Komite akan memonitor dengan seksama implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak untuk mempertahankan ekspansi. Hal ini ditopang dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi mendekati sasaran 2%," bunyi pernyataan FOMC.

James Bullard, selaku presiden cabang regional Fed's St Louis mendukung adanya pemotongan mencapai sebesar 25 basis poin. Perubahan sikap The Fed muncul setelah diberlakukannya tarif baru terhadap impor China senilai USD200 miliar dan ancaman Trump untuk mengenakan pajak baru pada produk-produk asal Meksiko.

Trump mengatakan dolar yang lebih kuat telah menekan perusahaan-perusahaan AS, dan kenaikan suku bunga hanya akan mendorong investor asing untuk membeli greenback dan meningkatkan kekuatannya lebih lanjut.

Seperti diketahui Trump telah menyerang The Fed lewat kritikannya serta Ketua Jerome Powell pada sejumlah kesempatan dalam satu tahun terakhir. Trump kerap menyoroti sikap The Fed untuk mempertahankan suku bunga rendah.

Sementara Jon Augustine, selaku kepala investasi di Huntington National Bank, mengatakan dia sekarang mengharapkan penurunan suku bunga pada bulan Juli serta "tidak ada berita perdagangan yang mengejutkan atau berita lainnya".

Hal senada disampaikan kepala investasi Close Brothers Asset Management yakni Nancy Curtin,, mengatakan bahwa meskipun Trump berkicau lewat Twitter bahwa ketegangan perdagangan dapat diselesaikan segera, The Fed tetap khawatir tentang dampak pada pertumbuhan. Diprediksi olehnya ada kemungkinan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak