alexametrics

Sri Mulyani: Ekonomi Makro dan Kinerja APBN Sampai Akhir Mei Baik

loading...
Sri Mulyani: Ekonomi Makro dan Kinerja APBN Sampai Akhir Mei Baik
Menteri Keuangan Sri Mulyani di sela konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, jumat (21/6/2019). Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Aktivitas perekonomian hingga akhir Mei 2019 dipastikan masih cukup baik ditunjukkan oleh purchasing manager index (PMI) Indonesia Mei 2019 tercatat sebesar 51,6, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 50,4. Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2019 sebesar 128,2 sedikit meningkat dibandingkan IKK bulan sebelumnya sebesar 128,1.

"Hal ini juga didukung oleh perkiraan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang meningkat pada kuartal II/2019 yang mengindikasikan meningkatnya optimisme pelaku bisnis," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Sri mengungkapkan, kondisi perekonomian yang positif ini disertai oleh siklus kegiatan bisnis yang dipengaruhi oleh momentum hari besar yang berdampak terhadap penerimaan negara. Secara umum, tegas dia, pelaksanaan APBN hingga 31 Mei 2019 masih terpantau cukup baik.



Selanjutnya, disebutkan pada periode yang sama penerimaan negara tumbuh sebesar 6,2%, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan April sebesar 0,5%. Pertumbuhan penerimaan perpajakan sebesar 5,7% juga lebih baik dibanding pertumbuhan bulan April sebesar 4,7%.

"Selain itu, pertumbuhan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sebesar 8,6% membaik dibandingkan posisi bulan April yang tumbuh negatif 14,8%. Penyerapan belanja negara tumbuh 9,8% dari tahun sebelumnya sebesar 7,9% dan lebih baik pula dibandingkan bulan April sebesar 8,4%," tandasnya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa hingga 31 Mei 2019, pendapatan negara mencapai Rp728,5 triliun dan belanja negara Rp855,9 triliun, maka realisasi defisit APBN adalah sebesar 0,79% terhadap PDB. Posisi utang negara masih pada level aman di 29,72% dari PDB.

Selain itu, upaya untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat terus berjalan, tercermin dari realisasi bantuan sosial, seperti realisasi PKH hingga bulan Mei 2019 yang mencapai Rp19 triliun, lebih tinggi dari realisasi tahun 2018 sebesar Rp17 triliun.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak