Bahlil Bicara Jujur Soal Hilirisasi RI: Belum Berkeadilan 100%
Jum'at, 12 Juli 2024 - 13:43 WIB
loading...
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi dalam hilirisasi yang dilakukan saat ini belum sepenuhnya berkeadilan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi dalam hilirisasi yang dilakukan saat ini belum sepenuhnya berkeadilan. Padahal setiap investasi yang terkait eksploitasi sumber daya alam (SDA) akan berdampak terhadap masyarakat setempat.
"Saya jujur mengatakan bahwa hilirisasi sekarang itu belum betul-betul berkeadilan 100 persen. Saya harus jujur di ruangan ini," kata Bahlil saat memberikan Kuliah Umum di IPDN, Jawa Barat, yang disiarkan secara online, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga: Kedua Kalinya Smelter di Morowali Meledak, Pengamat Sebut Teknologi China Ecek-ecek
Bahlil menjelaskan, kehadiran investasi yang mengeksplorasi sumber daya alam tentu akan berdampak kepada masyarakat. Bila investasinya berupa produksi tambang seperti nikel, tembaga atau batu bara pasti lahan setempat akan diambil.
"Pasti. Nah, sekarang bagaimana prosesnya? Lahan yang diambil itu bukan berarti diambil dengan tidak dibayar, semuanya akan dibicarakan antara pemilik tanah dengan investor," kata Bahlil.
"Saya jujur mengatakan bahwa hilirisasi sekarang itu belum betul-betul berkeadilan 100 persen. Saya harus jujur di ruangan ini," kata Bahlil saat memberikan Kuliah Umum di IPDN, Jawa Barat, yang disiarkan secara online, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga: Kedua Kalinya Smelter di Morowali Meledak, Pengamat Sebut Teknologi China Ecek-ecek
Bahlil menjelaskan, kehadiran investasi yang mengeksplorasi sumber daya alam tentu akan berdampak kepada masyarakat. Bila investasinya berupa produksi tambang seperti nikel, tembaga atau batu bara pasti lahan setempat akan diambil.
"Pasti. Nah, sekarang bagaimana prosesnya? Lahan yang diambil itu bukan berarti diambil dengan tidak dibayar, semuanya akan dibicarakan antara pemilik tanah dengan investor," kata Bahlil.
Lihat Juga :