alexametrics

MNCN Bagikan Dividen Tunai Rp15 per Saham

loading...
MNCN Bagikan Dividen Tunai Rp15 per Saham
Gedung PT Media Nusantara Citra Tbk. Foto/MNC Media
A+ A-
JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membagikan dividen kepada para pemegang saham senilai Rp15 per saham. Adapun dana sebesar Rp1 miliar akan dibukukan sebagai dana cadangan.

Direktur Utama MNCN, David Fernando Audy, mengatakan dividen tunai akan dibagikan kepada para pemegang saham sesuai jumlah saham yang dimiliki, berdasarkan jumlah saham pada tanggal cum dividen. Setiap satu saham berhak menerima dividen tunai Rp15.

"Kami menyetujui pembagian dividen Rp15 per saham atau sebesar Rp214 miliar. Angka ini merupakan 14% dari total laba bersih yang dibukukan sepanjang tahun 2018," ujar David di Jakarta, Senin (24/6/2019).



Pembagian ini telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), untuk memberikan laporan mengenai kinerja perusahaan dan laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

MNCN membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun sepanjang tahun 2018, tumbuh 2% dibandingkan 2017 sebesar Rp1,57 triliun. Karena itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan memutuskan untuk membagikan dividen ke pemegang saham.

Cara pembagian dividen tunai tersebut akan diumumkan melalui surat kabar, dan atas penerimaan dividen tunai akan dikenakan pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perpajakan.

Kemudian dari total laba bersih tersebut, sebanyak Rp1 miliar akan dibukukan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

"Sisa laba perseroan akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan," kata dia.

Direktur MNCN Tbk, Ruby Panjaitan, mengatakan sejatinya pemberian dividen ini lebih besar saat ini, dibanding tahun lalu yang hanya Rp209 miliar. Kebijakan naik tipis ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk menata ulang kembali keadaan keuangan.

"MNCN saat ini sudah mulai menata ulang semua prioritas, pertama untuk utang kita berniat untuk turunkan utang-utang sekitar Rp500 miliar-Rp600 miliar. Begitu turun, ekuitas kita akan jadi lebih bagus," jelasnya.

Kemudian dari sisi lini bisnis yang ingin fokus ke iklan digital dan konten, MNCN berniat menaikkan lagi modal kerja di tahun ini menjadi Rp800 miliar. Perseroan juga akan menambah jam produksi perusahaan. "Jadi selain percepatan utang, tahun ini kita akan naikkan lagi jam produksi kita," katanya.

RUPS juga memberikan wewenang kepada direksi perseroan untuk melaksanakan penggunaan keuntungan, termasuk menentukan jadwal dan tata cara pelaksanaan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham perseroan, satu dan lain hal tanpa ada yang dikecualikan dengan tetap memperhatikan peraturan di bidang pasar modal.

Perseroan membukukan laba bersih Rp585 miliar pada kuartal I 2019, naik 98% dari periode yang sama tahun lalu Rp296 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang dari peningkatan pendapatan perseroan sepanjang kuartal I tahun ini.

Pendapatan bersih perseroan kuartal I 2019 mencapai Rp1,88 triliun, naik 18 % dari periode yang sama tahun lalu Rp1,60 triliun. Peningkatan tersebut dikontribusi dari pendapatan konten dan iklan digital.

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Hary Tanoesoedibjo
Komisaris: Syafril Nasution
Komisaris Independen: Muhamad Alfan Baharudin

Direksi
Direktur Utama: David Fernando Audy
Direktur: Kanti Mirdiati Imansyah
Direktur: Ruby Panjaitan
Direktur: Ella Kartika
Direktur: Arya Mahendra Sinulingga
Direktur: Angela Herliani Tanoesoedibjo
Direktur: Gwenarty Setiadi
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak