alexametrics

PUPR Targetkan Konstruksi 4 Venue PON XX di Papua Selesai Juni 2020

loading...
PUPR Targetkan Konstruksi 4 Venue PON XX di Papua Selesai Juni 2020
Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan PON XX di Papua. Foto/Dok.Kementerian PUPR
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menganggarkan dana Rp936,8 miliar untuk pembangunan empat arena olahraga (venue) untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020.

Empat arena olahraga sedang dibangun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya di Kabupaten Jayapura, yakni arena aquatic dan Istora Papua Bangkit di kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan venue Cricket dan Lapangan Hockey (indoor dan outdoor) di kompleks olahraga Doyo Baru, Distrik Waibu.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan venue olahraga dalam mendukung PON XX di Papua yang berlangsung pada 20 Oktober-2 November tahun 2020.



"Pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung PON XX 2020 di Papua, harus diperhatikan secara detail mulai dari tahap desain, tahap pembangunan hingga tahap pengawasannya," ujar Basuki di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar, Ditjen Cipta Karya, Iwan Suprijanto, menerangkan terdapat empat tantangan utama dalam pembangunan venue PON XX di Papua yakni, pertama jarak tempuh pengiriman material bangunan (barang) yang sebagian besar berasal dari luar Papua.

Kedua, ketersedian peralatan yang kurang di Papua sehingga pengerjaan konstruksi memakan waktu lama karena alat yang digunakan bergantian antara proyek satu dengan proyek lainnya. Tantangan ketiga adalah proses pengiriman tenaga kerja terampil dan keempat adalah perawatan arena.

Kendati demikian, tidak mempengaruhi terhadap target pengerjaan konstruksi maupun menurunkan spesifikasi bangunan venue. Menurutnya seluruh arena olahraga yang dibangun Kementerian PUPR telah memenuhi standar internasional.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana dan Permukiman Wilayah II Provinsi Papua, Anggoro Putro, mengatakan progres pembangunan arena aquatic yang telah mulai sejak Desember tahun 2018. Hingga 21 Juni 2019, progres pengerjaannya mencapai 16,4%. Capaian pengerjaan fisik tersebut lebih cepat dari rencana sebesar 13,8%.

Arena Aquatic ditargetkan selesai pada Juli tahun 2020. Biayanya dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp389,6 miliar yang dibagi dalam tiga kontrak, yakni pekerjaan konstruksi sebesar Rp381 miliar, konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp6,7 miliar, dan pengawasan berkala sebesar Rp1,8 miliar.

Pembangunan Istora Papua Bangkit telah dimulai November 2018. Saat ini, progresnya mencapai 25,3% atau lebih cepat dari rencana 23,4%. Pengerjaannya masuk tahap pengecoran lantai kerja dan pembesian tie beam. Kontrak pekerjaan konstruksi dikerjakan PT PP (Persero) dengan biaya sebesar Rp257,5 miliar, konsultan manajemen sebesar Rp4,8 miliar, dan pengawasan berkala sebesar Rp1,4 miliar. Total anggarannya sebesar Rp263,8 miliar dan ditargetkan selesai Juni tahun 2020.

Pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) telah mencapai 13% atau lebih cepat dari rencana 9,2%. Saat ini, tengah dikerjakan pengecoran pile cap arena Cricket, pengecoran borepile Hockey Indoor, pengecoran kolom beton Hockey Outdoor, dan bekisting GWT Hockey Indoor dan Hockey Outdoor.

Biaya pembangunannya Rp283,4 miliar yang dibagi tiga kontrak, yakni konstruksi sebesar Rp277 miliar, konsultan manajemen Rp4,9 miliar dan pengawasan berkala sebesar Rp1,5 miliar. Pembangunan venue Cricket dan Hockey mulai dilaksanakan sejak Desember 2018 dan ditargetkan selesai Juni 2020.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak