alexametrics

Giant Tutup Enam Toko, Pelaku Bisnis Ritel Butuh Inovasi

loading...
Giant Tutup Enam Toko, Pelaku Bisnis Ritel Butuh Inovasi
Tutupnya sejumlah gerai ritel terbesar di Indonesia yakni Giant dan Hero menurut ekonom patut diduga karena ketatnya kompetisi di bisnis ritel saat ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Tutupnya sejumlah gerai ritel terbesar di Indonesia yakni Giant dan Hero menurut ekonom patut diduga karena ketatnya kompetisi di bisnis ritel saat ini. Selain itu seharusnya banyak konsep atau inovasi yang ditawarkan oleh sektor ritel sehingga bisa lebih bersaing

“Kalau saya melihat ini indikasi persaingan ritel sangat kuat. Dan ini banyak konsep lebih baru yang ditawarkan dan pilihan lokasinya juga harusnya bisa lebih pas dengan menyasar pertumbuhan daerah baru,” ujar Ekonom Indef Bhima Yudhistira di Jakarta.

Selain itu itu inovasi juga diperlukan karena saat ini ritel besar si negara maju telah memadukan offline dan online. “Kemudian ini Group tua (ritel) yang berguguran. Lokasi tak menarik, biaya sewa mahal, belanja pegawai mahal, tarif listrik mahal jadi harus ada inovasi dari sisi online maupun offline,” ungkapnya.



Di sisi lain konsumsi rumah tangga kata dia, saat ini memang sedang melambat. “Jadi untuk strateginya memang harus jitu. Kalau tidak ada strategi jitu ya bakal kalah,” pungkasnya.

Dia menambahkan bahwa penting menjaga keberadaan ritel besar di dalam negeri karena menyangkut padat karya. Solusi yang harus dilakukan dengan memberikan insentif melalui keringanan pajak, iuran listrik serta beban lain yang ditanggung peritel kepada pemerintah.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak