alexametrics

BPS Sebut Impor Minyak Goreng RI Naik, Menko Darmin Tak Percaya

loading...
BPS Sebut Impor Minyak Goreng RI Naik, Menko Darmin Tak Percaya
Menko Darmin mengaku tidak percaya dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan Indonesia masih melakukan impor minyak goreng dari sejumlah negara. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan Indonesia masih melakukan impor minyak goreng dari sejumlah negara. Mulai dari Malaysia, Filipina, Thailand hingga Singapura dan Papua Nugini.

Merespons data BPS tersebut, Darmin mengaku tak percaya lantaran harga minyak goreng Indonesia lebih murah dari negara tetangga tetapi kok impor. "Saya belum percaya itu. Artinya mesti ada yang penjelasan," ujar Menko Darmin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Lebih lanjut Ia memastikan, bahwa pasokan sangat melimpah sehingga membuat harga minyak goreng Indonesia lebih murah dari negara tetangga. Jadi menurutnya tidak ada alasan melakukan impor. "Karena apa, harga minyak goreng kita lebih murah kok dari orang lain, bagaimana mau impor minyak goreng," jelasnya.



Sebagai informasi, impor minyak goreng pada Mei 2019 tercatat mencapai 28,53 juta kg dengan nilai USD16,15 juta. Angka ini naik dibanding bulan April 2019 sebesar 15,38 juta kg dengan nilai USD11,48 juta. Secara tahun berjalan Januari-Mei 2019 totalnya 61,86 juta kg dengan nilai USD43,03 juta.

Jumlah tersebut melesat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, di mana Januari-Mei 2018 impor minyak goreng 24,51 juta kg dengan nilai USD27,92 juta. Indonesia mengimpor minyak goreng dari beberapa negara yakni, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Papua Nugini dan lainnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak