alexametrics

Terima Gelar Doktor di Korsel, Menperin Sekaligus Temui Investor

loading...
Terima Gelar Doktor di Korsel, Menperin Sekaligus Temui Investor
Meneprin Airlangga Hartarto akan menerima gelar Honorary Doctor of Philosophy dari KDI School of Public Policy, Korea Selatan. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dijadwalkan bertolak ke Korea Selatan pekan ini. Kedatangan Menperin ke Negeri Ginseng tersebut untuk menerima gelar Honorary Doctor of Philosophy di bidang kebijakan pembangunan dari KDI School of Public Policy.

Gelar tersebut diterima Menperin atas kiprahnya mendorong pertumbuhan sektor industri di Indonesia serta meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dengan Korea Selatan. Pada kesempatan itu juga akan dilakukan penandatanganan kerangka kerja teknis antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan National Research Center (NRC) Republik Korea untuk pembentukan Working Level Joint Committee dalam rangka implementasi aktivitas kerja sama terkait Industri 4.0.Airlangga juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea serta beberapa investor. "Investasi Korea Selatan di Indonesa penting untuk mendukung kinerja Indonesia. Kami berharap hubungan produktif antara Indonesia dan Korea Selatan dapat berlangsung hingga tahun-tahun mendatang,” kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/6/2019).
Pada pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Republik Korea, Menperin diagendakan membahas sejumlah kerja sama antara Indonesia-Korea Selatan. Kemenperin, saat ini memiliki total 10 kesepakatan kerja sama internasional dengan berbagai mitra di Republik Korea, enam di antaranya merupakan kerja sama antara unit di lingkungan Kemenperin dengan lembaga pemerintah di Korea Selatan.

Menperin juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan salah satu perusahaan petrokimia Lotte Chemical Corporation, yang salah satu anak perusahaannya pada 2018 telah melakukan ground breaking pembangunan pabrik yang memproduksi polyethylene. Dengan nilai investasi yang rencananya mencapai USD3,5 miliar, pabrik ini diharapkan dapat mendukung pengurangan impor produk petrokimia hingga 60%.



"Indonesia berpotensi menjadi pusat pertumbuhan industri petrokimia dan akan bisa lebih kompetitif di tingkat ASEAN dengan semakin meningkatnya investasi dan ekspansi dari sejumlah produsen di dalam negeri. Ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi seiring upaya pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha kondusif," ungkapnya.

Menperin juga dijadwalkan akan bertemu dengan perusahaan automotif asal Korea Selatan, Hyundai, yang rencananya juga akan berinvestasi di Indonesia. "Kemenperin aktif berkolaborasi dengan perusahaan Korea, terutama di sektor industri pengolahan, energi, dan infrastruktur. Hasilnya, beberapa perusahaan memutuskan meningkatkan investasinya, seperti Lotte Chemicals yang mengembangkan investasinya di Cilegon," terangnya.

Indonesia dan Korea Selatan membentuk Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement yang menargetkan perdagangan bilateral hingga USD30 miliar pada 2022.

"Hasilnya, Korea secara konsisten menjadi negara investor terbesar kelima dalam lima tahun terakhir, dengan investasi di sektor industri baja, permesinan, karet dan plastik, kayu, kimia, dan elektronika," ujarnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak