alexametrics

IHSG Kokoh di Awal Sesi Saat Bursa Asia Tertekan

loading...
IHSG Kokoh di Awal Sesi Saat Bursa Asia Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (26/6/2019) dibuka menanjak naik untuk melanjutkan tren penguatan sejak penutupan kemarin. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (26/6/2019) dibuka menanjak naik untuk melanjutkan tren penguatan sejak penutupan kemarin di tengah kejatuhan bursa utama Asia lainnya. Pagi ini, IHSG terpantau menguat 4,730 poin atau 0,075% menjadi 6.325,17.

Sementara pada sesi sebelumnya, bursa saham Tanah Air pada perdagangan, Selasa kemarin ditutup merayap naik untuk mencetak penguatan sendirian saat bursa utama Asia lainnya justru berjatuhan ke zona merah. Pada akhir sesi, IHSG menanjak 31,98 poin atau 0,51% hingga menyentuh level 6.320,44.

Peningkatan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan Bank Mandiri Tbk (BMRI).



Hingga pukul 09.22 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu TLKM naik 0,75% jadi Rp4.040 per unit. Adapun harga saham HMSP naik 0,94% ke Rp3.220, BBCA naik 0,17% jadi Rp29.600, dan BMRI naik 0,31% jadi Rp7.975 per saham.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, bursa Asia menyusut saat dolar naik dari posisi terendah tiga bulan setelah pejabat Federal Reserve menahan harapan di pasar untuk pelonggaran moneter yang agresif tahun ini.

Mengiringi kerugian semalam di Wall Street, bursa utama Australia turun 0,15% diikuti penyusutan indeks Kospi di Korea Selatan yang kehilangan 0,1%. Sedangkan indeks Nikkei Jepang mengalami kemunduran 0,6% untuk mengiringi pelemahan Komposit Shanghai sebesar 0,15%.

Selanjutnya indeks Hang Seng, Hong Kong juga jatuh tipis 0,1% saat indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2%. "Sementara komentar Powell tidak mengubah ekspektasi bahwa Fed akan melonggarkan cepat atau lambat, mereka meninggalkan dampak negatif pada ekuitas," kata Masahiro Ichikawa, ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak