alexametrics

Darmin Ingatkan Penurunan Harga Tiket Pesawat Bukan Sebatas Promo

loading...
Darmin Ingatkan Penurunan Harga Tiket Pesawat Bukan Sebatas Promo
Menko Darmin mengingatkan bahwa penurunan harga tiket pesawat penerbangan murah atau LCC harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya sebatas promo. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution memperingatkan, bahwa penurunan harga tiket pesawat penerbangan murah atau low cost carrier ( LCC) harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya sebatas promo. Ditambah paling lambat 1 Juli 2019, maskapai LCC harus sudah melaporkan detil penurunan harga.

"Boleh saja dia bilang promo, tetapi (penurunan harga tiket pesawat) harus terus (berkelanjutan), enggak bisa sekali saja. Kalau dia (maskapai) namanya pakai promo boleh, tapi yang jam sekian, tiap hari itu ya boleh juga, enggak 100 persen dalam pesawat itu," Menko Darmin di Jakarta, Rabu (26/6/2018).

Lebih lanjut, Ia mengaku pemerintah memberikan keleluasaan kepada maskapai terkait skema potongan harga dalam penurunan tiket pesawat. Dalam laporan detail penurunan harga, para maskapai harus menjelaskan rute mana saja yang akan diturunkan harganya, dan berapa besaran penurunan harga tiket tersebut.



Pemerintah sebelumnya meminta maskapai penerbangan berbiaya murah atau LCC menurunkan harga tiketnya untuk jadwal dan rute tertentu. Selain itu disebutkan Menko Darmin, bakal ada kucuran insentif fiskal kepada sejumlah pelaku jasa dan kegiatan yang berkaitan dengan industri penerbangan.

Upaya tersebut merupakan salah satu cara untuk membantu stakeholder mengefisienkan biaya di sektor aviasi sehingga dapat menekan harga tiket pesawat. Sementara itu, kebijakan penurunan harga tiket penerbangan akan diberlakukan untuk maskapai LCC dengan jadwal penerbangan tertentu mulai pekan ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak