alexametrics

Kurangi Rasio Utang, Solusi Bangun Indonesia Kaji Penerbitan Obligasi

loading...
Kurangi Rasio Utang, Solusi Bangun Indonesia Kaji Penerbitan Obligasi
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mengkaji penerbitan obligasi untuk mengurangi utang perseroan. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang dulu bernama Holcim Indonesia berencana mengkaji penerbitan obligasi untuk mengurangi utang perseroan. Hingga Mei 2019 jumlah utang perseroan mencapai Rp9 triliun.

"Obligasi bisa menjadi salah satu opsi kami untuk bisa melunasi utang dan memperkuat profitabilitas," ujar Direktur SBI Agung Wiharto seusai paparan publik di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Agung berharap dengan menekan bunga utang bisa memperkuat kinerja keuangan perseroan sehingga akhir tahun ini atau tahun depan bisa membukukan laba. Hingga Maret 2019 SBI masih membukukan rugi bersih sebesar Rp123 miliar, namun jumlah itu menurun drastis jika dibandingkan Maret 2018 yang rugi bersihnya mencapai Rp332 miliar.



Sementara itu, Direktur Utama SBI Aulia Mulki Oemar menuturkan, salah satu strategi perseroan memperbaiki kinerja keuangan selain melakukan efisiensi, pihaknya juga akan melakukan divestasi aset-aset yang tidak dipergunakan. Saat ini perseroan sedang membuat daftar aset yang bisa dijual.

Lebih lanjut Aulia menuturkan, proyeksi bisnis semen hingga Mei 2019 masih mengalami pasang surut yang mengakibatkan terhambatnya laju pertumbuhan volume penjualan dari target yang diharapkan. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatatkan penurunan volume penjualan semen sebesar 3,68% dari pencapaian tahun 2018 sebesar 26,3 juta ton menjadi 25,75 juta ton.

Sementara, total ekspor tumbuh 21,03% dibandingkan 2018 dari 2,06 juta ton menjadi 2,49 juta ton. SBI sampai dengan Mei 2019, mengalami penurunan volume penjualan domestik sebesar 2,85% dari pencapaian tahun 2018 sebesar 4,04 juta ton menjadi 3.92 juta ton. Sementara volume ekspor SBI mengalami penurunan 27% dari 287.000 ton menjadi 208.000 ton.

"Kinerja perseroan terlihat masih lebih baik dibandingkan industri secara keseluruhan. Perseroan berharap akan terdapat peningkatan kebutuhan sekitar 3-4% di semester kedua mendatang yang didukung oleh cuaca yang lebih baik, serta berlanjutnya agenda pembangunan yang kita harapkan akan dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta pascapemilu," pungkasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak