alexametrics

Bekraf Luncurkan Program IKKON 2019 di 5 Daerah

loading...
Bekraf Luncurkan Program IKKON 2019 di 5 Daerah
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan program IKKON 2019 di 5 daerah. Foto/SINDOnews/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali membuka program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) 2019 bagi para profesional untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif lokal.

IKKON 2019 membuka spesifikasi profesi khusus yaitu desainer interior, desainer komunikasi visual, desainer produk, desainer mode, desainer tekstil, dan arsitek. Sedangkan profesi lain adalah koreografer, etnomusikolog, ahli kuliner, fotografer, videografer, antropolog, dan pengembang bisnis.

"Kami menempatkan pelopor pelaku kreatif di daerah untuk membangun pengembangan ekonomi kreatif lokal, diharapkan dengan program ini, jangkauannya untuk ekonomi daerah bisa lebih luas dan mendalam sesuai amanat dari Presiden Joko Widodo," ujar Kepala Bekraf, Triawan Munaf di Jakarta, Jumat (28/6/2019).



Tahun ini, IKKON juga akan diselenggarakan di 5 kota lainnya yaitu Kabupaten Aceh Utara, Aceh; Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur; dan Kota Tomohon di Sulawesi Utara.

"Kita harus bisa memanfaatkan potensi lokal untuk menjadi modal, dalam IKKON ini kami menggunakan konsep live-in, atau bisa disebut istilah milenialnya artist in residence, pelaku kreatif yang berbasis urban. Kolaborasi merupakan kata kunci dari kegiatan ini, dengan adanya dikotomi urban dan rural justru kita menjadi kaya," tandasnya.

IKKON memfasilitasi kreator dan konseptor muda untuk berkarya dengan seniman lokal. Proses kolaborasi itu sendiri mempertimbangkan potensi dasar para pengrajin dan seniman lokal, sehingga diperlukan adanya metode stimulus untuk memancing potensi gagasan ide dari mereka.

"Seni tradisi lokal penuh dengan spontanitas, maka kami harapkan akan banyak karya kreatif yang berkualitas, kompetitif, dan berkelanjutan dari IKKON. Program ini pun layaknya dipandang sebagai akademi bagi generasi muda terutama milenial perkotaan untuk belajar kembali ke daerah," ungkap Triawan.

Mengkolaborasikan produk-produk yang berakar dari tradisi lokal dengan ilmu pengetahuan serta teknologi akan menciptakan produk kompetitif, menembus batas teritorial, sekat aliran, dan bahkan halangan-halangan yang sebelumnya dihadapi oleh produk lokal. Oleh karena itu, mengirimkan para pelaku kreatif untuk tinggal dan berkreasi di pedesaan akan berjalan laksana penyebaran pupuk demi tumbuhnya perekonomian daerah.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak