alexametrics

Nilai Ekspor Sumsel Meningkat 8,7% Didominasi Komoditas Karet

loading...
Nilai Ekspor Sumsel Meningkat 8,7% Didominasi Komoditas Karet
Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada bulan Mei 2019 mengalami kenaikan dibandingkan April 2019, yaitu dari USD416,79 juta menjadi USD380,15 juta. Foto/Ilustrasi
A+ A-
PALEMBANG - Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada bulan Mei 2019 mengalami kenaikan dibandingkan April 2019, yaitu dari USD416,79 juta menjadi USD380,15 juta atau meningkat sebesar 8,79%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan, ekspor Sumsel terbesar di bulan Mei yaitu karet senilai USD134,18 juta dengan Negara tujuan Malaysia,Tiongkok, dan Amerika Serikat.

"Ekspor karet sebagian besar dikirim ke negara Tiongkok yakni sebesar 36,69%, Malaysia 9,47% dan Amerika Serikat 8,45%. Meski demikian neraca perdagangan kita masih mengalami surplus sebesar USD 339,32 juta," ujarnya di Palembang.

Selain karet, adapun komoditi yang diekspor dari Sumsel pada bulan Mei 2019 yaitu, bubur kayu/pulp dan turunannya senilai USD 125,03 juta, batubara senilai USD 57,59 juta, hasil minyak USD 17 juta, dan pupuk urea senilai USD14,58 juta.



"Di tengah perang dagang China dan Amerika Serikat ternyata kita masih mampu ekspor kesana, luar biasa. Impor kita masih sebagian besar adalah bahan baku atau bahan penolong, bahan modal dan konsumsi dalam jumlah kecil," kata dia.

Ia berharap komoditi lain seperti teh dan kopi dapat diekspor dalam jumlah besar, karena memiliki potensi untuk pasar luar negeri. Sementara untuk impor sendiri ia melanjutkan, pada Mei 2019 nilai impor Sumsel sebesar USD40,83 juta atau lebih tinggi 14,52% jika dibandingkan April 2019. Sebagian besar barang impor berasal dari China dan Malaysia.

"Jenis barang yang diimpor adalah benda-benda dari besi dan baja sebesar USD14,78 juta dan pupuk sebesar USD6,43 juta. Saya harap komoditi lain seperti teh dan kopi dapat diekspor dalam jumlah besar, karena memiliki potensi untuk di ekspor," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak