alexametrics

Butuh Segmentasi Lebih Tajam untuk Dorong UMKM Go Online

loading...
Butuh Segmentasi Lebih Tajam untuk Dorong UMKM Go Online
UMKM dihimbau beralih ke pasar digital atau e-commerce. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus mengimbau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal beralih ke pasar digital atau e-commerce. Potensi berbisnis online sangat besar dibanding konvesional.

Plt Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo I Nyoman Adhiarna mengatakan, pihaknya terus mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi di lapangan.

"Hal ini kami rasa perlu agar Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kominfo dapat merumuskan langkah-langkah ke depan supaya acara ini dapat berlangsung dengan lebih baik lagi,"ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/7/2019).



Nyoman mengungkapkan, dirinya telah meninjau langsung pelaksanaan Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Kota Surabaya.

Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Kota Surabaya sudah memasuki hari ke tujuh. Sebelumnya selama enam hari para Relawan Pandu Digital aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan door-to-door kepada para pedagang pasar. Dari pasar DTC, Wonokromo, PGS dan JMP tercatat sudah lebih dari seribu UMKM yang on boarding ke marketplace .

"Dorongan dominasi UMKM di marketplace terus difasilitasi agar marketplace tidak dikuasai oleh pedagang-pedagang besar, bahkan pedagang dari luar negeri," tuturnya.

Setelah banyak berinteraksi dengan pedagang dan relawan, menurut Nyoman satu hal mendasar yang bisa disimpulkan adalah perlunya segmentasi yang lebih tajam untuk tindakan kedepan.

“Kita perlu segmentasi yang lebih tajam agar bisa membidik target dengan lebih akurat,” tuturnya.

Relawan Pandu Digital, Bayu mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi para pelaku UMKM untuk go-online adalah konektivitas internet yang lemah.

“Banyak sekali titik-titik yang sinyalnya sangat lemah, apalagi di area basement,” kata Bayu.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak