alexametrics

Dolar AS Memantul, Rupiah Terpukul 20 Poin ke Rp14.127/USD

loading...
Dolar AS Memantul, Rupiah Terpukul 20 Poin ke Rp14.127/USD
Rupiah pada Selasa ini kembali melemah. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kurs rupiah kembali bergerak negatif terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa (9/7/2019) pagi ini di pasar spot. Data Bloomberg, mata uang kecintaan kita tertekan 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.127 per USD.

Di sesi awal, rupiah dibuka melanjutkan pelemahan 2 poin menjadi Rp14.109 per USD, dibanding penutupan Senin kemarin di level Rp14.107 per USD.

Senada, data Yahoo Finance mencatat rupiah terdepresiasi 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.125 per USD, dibandingkan penutupan hari kemarin di posisi Rp14.105 per USD.



Berbeda, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok kurs tengah rupiah pada Selasa ini, di level Rp14.129 per USD, terapresiasi 18 poin dibanding posisi Rp14.147 per USD pada Senin kemarin.

Dolar AS kembali menancapkan kekuatannya untuk mempertahankan di level tertinggi tiga minggu pada Selasa ini. Melansir dari Reuters, cengkraman dolar karena investor mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga AS jelang pertemuan Ketua Federal Reserve Jerome Powell dengan Kongres membahas ekonomi Negeri Abang Sam.

Selain itu, dolar memantu karena poundsterling Inggris kembali melemah, seiring spekulasi bahwa Bank of England akan segera bergabung dengan bank sentral utrama lainnya untuk membuat kebijakan moneter dalam menghadapi meningkatnya tentang ekonomi global dan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.

"Dolar AS memantul kembali sehingga ada beberapa risiko penurunan untuk euro dan poundsterling," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya, naik ke level 97,344 pada Selasa ini, mendekati level tertinggi tiga minggu yang diraih pada Jumat pekan lalu, di level 97,443.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak