alexametrics

Inalum Nyatakan Siap Akuisisi 20% Saham Vale

loading...
Inalum Nyatakan Siap Akuisisi 20% Saham Vale
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) menegaskan kesiapannya mengakuisisi saham PT Vale Indonesia Tbk. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum siap mengakuisisi 20% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang berdasarkan perhitungan awal, valuasinya tidak lebih dari USD1,5 miliar. Namun, hingga kini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan persetujuan terhadap keinginan Inalum mengakuisisi saham Vale yang merupakan kewajiban divestasi perusahaan tambang nikel di Sulawesi tersebut.

"Kami sudah hitung angkanya, tidak sampai segitu. Artinya kalau disuruh akuisisi kami sudah sangat siap," kata Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Adapun kesepakatan terkait divestasi merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 sebagai perubahan ketiga PP Nomor 23 Tahun 2010. Dalam beleid tersebut, divestasi harus dilakukan paling lambat pada 14 Oktober 2019 atau 5 tahun setelah terbitnya PP 77.



Adapun besaran divestasi dalam PP 77 terbagi dalam tiga kategori yang merujuk pada kegiatan pertambangan. Vale termasuk dalam kategori kedua yakni kegiatan pertambangan dan pengolahan pemurnian. Oleh sebab itu kewajiban divestasi Vale hanya 40%. Amandemen kontrak karja juga menyepakati Vale wajib melepas 20% saham lagi lantaran sudah 20% saham Vale telah tercatat di Bursa Efek Indonesia dan telah diakui sebagai saham divestasi.

Vale merupakan perusahan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Perusahaan multitambang yang berpusat di Brazil itu memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 40%. Besaran divestasi itu berdasarkan kesepakatan dalam amendemen kontrak karya pada 2014.

Menurut Budi, valuasi saham Vale tidak terlalu sulit. Ini didukung posisi Vale yang merupakan perusahaan terbuka, sehingga perhitungan secara fair bisa langsung dilakukan. "Valuasi sebenarnya gampang, di market ada mekanisme yang cukup fair untuk perhitungan valuasi perusahaan. Kami siap kalau ditugaskan," tandasnya.

Budi menegaskan Inalum masih sangat sanggup untuk melakukan akuisisi, meskipun akhir tahun lalu telah menggelontorkan lebih dari USD3,85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia.

Hingga akhir 2018, modal perusahaan yang menjadi induk dari PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat sebesar Rp100 triliun. Serta memiliki kas internal mencapai Rp20 triliun. "Kalau uangnya cukup, ya langsung. Kalau tidak cukup, pinjam," ujar dia.

Sebelumnya, Senior Manager Communication Vale, Suparam Bayu Aji mengatakan bahwa penawaran divestasi saham kepada pemerintah telah sesuai Perjanjian Amandemen Kontrak Karya dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Pada intinya kami siap, namun semua itu memang ada tahapan yang harus dilalui," kata dia.

Saat ini, Vale memiliki konsesi lahan tambang di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Adapun pihaknya juga telah menyampaikan surat kepada Menteri ESDM soal pelaksanaan divestasi itu. Menurut Bayu, Vale tinggal menunggu arahan soal tahapan yang diberlakukan oleh Kementerian ESDM untuk memenuhi divestasi sesuai aturan amendemen kontrak karya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak