alexametrics

IHSG Pulang Tegak 36,50 Poin, Bursa Asia Ditutup Menunduk

loading...
IHSG Pulang Tegak 36,50 Poin, Bursa Asia Ditutup Menunduk
IHSG pada Selasa ini ditutup menguat 36,50 poin atau 0,57% ke level 6.388,32. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan sejak siang, dengan ditutup bertambah 36,50 poin atau 0,57% ke level 6.388,32, pada Selasa (9/7/2019).

Awal perdagangan, IHSG dibuka turun tipis 0,34 poin atau 0,01% ke level 6.351,48. Namun, laju IHSG pulih jelang sesi I hingga penutupan. Hari ini, indeks diperdagangkan di 6.351,42-6.388,32.

Tujuh indeks sektoral menghijau sehingga membuat IHSG pulang dengan tegak pada petang ini. Dimana sektor infrastruktur +1,34%, industri dasar +1,06%, dan properti +0,98%. Koreksi terbesar terjadi pada sektor pertambangan -0,68%.



Dari 608 saham yang diperdagangkan, 231 menguat, 152 stagnan, dan 225 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp7,67 triliun dari 18,93 miliar saham. Transaksi bersih asing Rp801,86 miliar, dengan aksi beli asing Rp2,57 triliun berbanding aksi jual asing Rp1,76 triliun.

Sementara itu, mayoritas pasar saham Asia ditutup menunduk, imbas memudarnya ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed pada bulan ini. Melansir dari CNBC, hasil tersebut membuat indeks Shanghai China turun 0,18% menjadi 2.928,23, namun bursa Shenzhen naik 0,21% ke level 1.558,11 pada sesi penutupan.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,68% pada sesi penutupan, terkait aksi protes besar-besaran menolak RUU Ekstradisi dengan China. ASX 200 Australia ditutup turun 0,1% menjadi 6.665,70.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,14% ke level 21.565,15 dan Kospi Korea Selatan jatuh 0,59% menjadi 2.052,03, imbas "perang dagang" Jepang dan Korea Selatan. Ketegangan kedua negara tampaknya akan berlanjut karena Menteri Industri Jepang mengatakan bahwa negaranya tidak akan menarik pembatasan ekspor teknologi tinggi Jepang ke Korea Selatan.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak