alexametrics

Rencana Pemindahan Ibu Kota, Indonesia Bisa Belajar dari Negara Sahabat

loading...
Rencana Pemindahan Ibu Kota, Indonesia Bisa Belajar dari Negara Sahabat
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pemindahan ibu kota negara bisa belajar dari negara sahabat. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota negara sangat penting dan bukan sekadar wacana. Indonesia, kata dia, bisa belajar dari banyak negara yang telah melakukan pemindahan ibu kota, salah satunya negara tetangga Malaysia.

"Perihal pemindahan ibu kota negara sangat mendesak. Untuk itu, kita belajar dari negara-negara sahabat yang sukses dalam melakukan pemindahan ibu kotanya," ujar Bambang dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Bambang menerangkan, beberapa negara yang berhasil memindahkan ibu kotanya antara lain Malaysia dari Kuala Lumpur, Brasil, Kazakhstan, Korea Selatan, Australia, Nigeria, dan Pakistan.



Dan menurut Bambang, sejumlah kriteria penentuan lokasi ibu kota negara adalah sebagai berikut: lokasi strategis, lahan luas dan bebas bencana, sumber daya air cukup, potensi konflik sosial yang rendah, serta memenuhi parameter pertahanan dan keamanan.

"Dalam pemindahan ibu kota negara, Indonesia akan meminimalkan pembiayaan APBN. Porsi pemerintah masih bisa diatasi dengan memanfaatkan manajemen aset hingga melalui skema Public Private Partnership, mendorong partisipasi BUMN, KPBU, dan swasta," ujar Menteri Bambang.

Bambang juga mengungkapkan alasan pemindahan ibu kota negara untuk pemerataan pembangunan. Karena share PDB Jabodetabek itu lebih dari 20%. Artinya, sambung dia, seperlima ekonomi Indonesia terkonsentrasi hanya di Jabodetabek.

"Dan tampaknya itu tidak akan menurun karena rata-rata pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa yang terakhir menunjukkan angka 5,6%. Sedangkan di luar Pulau Jawa hanya 4,7%. Jadi beban di Pulau Jawa ini luar biasa dari segi penduduk dan ekonomi," tuturnya.

Berlandaskan dari pandangan itu pula, beberapa waktu lalu, pemerintah telah menggelar audiensi dengan Forum Duta Besar Republik Indonesia. Tujuan kegiatan tersebut untuk menerima sejumlah masukan berharga (lesson learned) yang bukan hanya hasil riset jangka waktu tertentu. Mendapatkan sudut pandang unik first-hand experiences dari para mantan duta besar yang tinggal di negara-negara yang memiliki pengalaman memindahkan ibu kota negara.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak