alexametrics

SMF-Kemenpar Kembangkan Homestay di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas

loading...
SMF-Kemenpar Kembangkan Homestay di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas
PT Sarana Multigirya Finansial dan Kementerian Pariwisata bekerja sama soal pembiayaan homestay di 10 destinasi pariwisata prioritas. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - PT Sarana Multigirya Finansial (Persero) dan Kementerian Pariwisata melakukan kerja sama pembiayaan pondok wisata atau homestay di 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP). Kerja sama tersebut melingkupi 5 hal yaitu, pertama, fasilitas dan koordinasi terkait dengan kebijakan yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam melaksanakan pembiayaan pembangunan homestay di 10 DPP.

Kedua, pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan. Ketiga, pembiayaan homestay di 10 DPP, meliputi antara lain pendanaan dan pemberdayaan lembaga penyalur.

Keempat, pelaksanaan regulasi, profiling, promosi dan advokasi investasi di 10 DPP, dan kelima, monitoring dan evaluasi dalam rangka pertumbuhan pembangunan Homestay.



Adapun 10 DPP tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Candi Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Morotai, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Mandalika (Lombok).

Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF, Trisnadi Yulrisman, mengatakan dalam kerja sama ini, SMF berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay kepada masyarakat di desa atau lokasi wisata melalui Lembaga Penyalur dan pemberdayaan Lembaga Penyalur pada area DPP.

"Disini, SMF berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata, melakukan pendampingan kepada Lembaga Penyalur dalam rangka capacity building dan peningkatan peran serta masyarakat setempat," kata Trisnadi di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Dia melanjutkan, program ini selaras dengan amanat Presiden Jokowi yang mengharapkan pariwisata Indonesia dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi sektor strategis dan pilar pembangunan perekonomian nasional.

Selain itu, pariwisata Indonesia juga diharapkan dapat mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara sebesar 275 juta perjalanan pada tahun ini.

Program pembiayaan homestay diharapkan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk membangun serta memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan. Diharapkan mendatangkan penghasilan bagi pemilik, tercipta lapangan kerja sekaligus meningkatkan sektor pariwisata di wilayah homestay.

Menurut dia, pembiayaan homestay ini bagian dari komitmen SMF membantu program pemerintah mengembangkan destinasi wisata nasional. "SMF berharap masyarakat dapat memanfaatkan pembiayaan homestay ini untuk membangun atau memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan. Sehingga dapat mendatangkan penghasilan bagi pemilik dan menciptakan lapangan kerja," ungkap Trisnadi.

Sebelumnya pada 11 Februari 2019, sebagai langkah awal, SMF telah melakukan penyaluran pembiayaan homestay bekerja sama dengan BUMDes di dua destinasi wisata yakni Desa Wisata Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah dan Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kedua desa wisata yang dipilih merupakan desa wisata yang terletak di salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas Indonesia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak