alexametrics

Reckitt Benckiser Dukung Kemenkes Gencarkan Edukasi Kesehatan

loading...
Reckitt Benckiser Dukung Kemenkes Gencarkan Edukasi Kesehatan
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkes dan PT Reckitt Benckiser di Jakarta, Kamis (11/7/2019). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - PT Reckitt Benckiser mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam mengedukasi masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan. Kemenkes terus mengajak masyarakat Indonesia menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang memprioritaskan pada aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, memperbanyak konsumsi sayur dan buah dan mengecek kondisi kesehatan secara berkala.

Untuk mendukung upaya tersebut, hari ini dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkes dan PT Reckitt Benckiser di sela-sela Acara Puncak Acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia. General Manager Reckitt Benckiser Indonesia Srinivasan Appan menyampaikan, perusahaan menaruh perhatian penting terhadap edukasi mengenai aspek kesehatan di Indonesia.

"Kami mendukung langkah Kemenkes untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk terus memberi layanan melalui berbagai produk kesehatan, nutrisi, yang terbaik lewat misi kami Keluarga Sehat, Indonesia Kuat," ujar Srinivasan, Kamis (11/7/2019).

Reckitt Benckiser merupakan pemimpin global untuk barang-barang konsumsi (consumer goods) bidang kesehatan, kebersihan, dan perawatan rumah dengan misi menghadirkan solusi inovatif bagi kehidupan yang lebih sehat serta rumah yang lebih bahagia.

Srinivasan menjelaskan, saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terkait kesehatan dan kebersihan masih relatif rendah, terutama di daerah. Karena itu, perusahaan melakukan berbagai aktivitas untuk membangun kesadaran seputar praktik kebersihan di berbagai kalangan.

"Kami memiliki perhatian yang sama dengan Kemenkes, kami berharap kerja sama awal ini dapat terus ditingkatkan. Sekaligus dapat bersama-sama meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan bagi keluarga," tegas Srinivasan.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengapresiasi dukungan berbagai pihak untuk terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Terlebih, menurutnya, persoalan yang ada di masyarakat saat ini masih besarnya indikasi fenomena pola hidup tidak sehat.

"Soal pola makan buruk, asupan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan lain-lain, telah melekat pada sebagian besar keseharian masyarakat kita," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap kolaborasi dengan dunia usaha dapat terus ditingkatkan ini untuk program-program gizi kesehatan masyarakat. Ia menambahkan, sekarang yang dibutuhkan adalah program-program yang memiliki efek berkelanjutan.

"Jadi tidak hanya jangka pendek dengan hanya kegiatan insidental dan event saja, namun sudah semestinya bagaimana melakukan penanggulangan secara berkala melalui sosialisasi dan edukasi gizi dan pola hidup sehat," tandasnya.
(fjo)
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak