alexametrics

Kemendag Ajak Pelaku Usaha Sasar Pasar Tiongkok

loading...
Kemendag Ajak Pelaku Usaha Sasar Pasar Tiongkok
Total nilai perdagangan Indonesia-China periode tahun 2018 tercatat sebesar USD72,67 miliar atau naik 23,48 persen dari total perdagangan 2017 sebesar USD58,84 miliar. Tahun 2019 periode Januari-April telah mencapai 22,4 miliar.
A+ A-
JAKARTA - Total nilai perdagangan Indonesia-China periode tahun 2018 tercatat sebesar USD72,67 miliar atau naik 23,48 persen dari total perdagangan 2017 sebesar USD58,84 miliar. Tahun 2019 periode Januari-April telah mencapai 22,4 miliar.

Meski demikian kenyataan itu masih membuat neraca perdagangan Indonesia defisit. Hingga saat ini Indonesia mengalami defisit mencapai USD18,4. Hal itu terjadi karena nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok baru berkisar USD27,17 sementara impor Tiongkok ke Indonesia mencapai USD45,53.

Hingga kini Indonesia berusaha terus menyeimbangkan necara perdagangan kedua negara tersebut. Untuk itu Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Iriana Trimurty Ryacudu menekankan promosi harus digencarkan.



“Kita harus gencar promosi ekspor ke China untuk menyeimbangkan hubungan perdagangan Indonesia-China. Hal ini sekaligus menjadi upaya kita mengambil peluang dari situasi perang dagang AS-China di mana kedua negara membutuhkan penyuplai baru akibat perang tariff,” ujar Iriana saat konferensi pers The 16th CAEXPO Country of Honor di Jakarta (11/7/2019).

Mengapa hingga kini Indonesia masih susah mengejar ketertinggalan itu, Marolop Nainggolan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN mengatakan, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Ia sendiri tidak mengetahui mengapa sampai saat ini masih defisit. Marolop hanya menjelaskan jika ada pihak yang berhasil mengapa Indonesia tidak.

“Tidak bisa salahkan siapa-siapa. Yang lain serius. Mengapa Indonesia tidak. Karena itu kami mengajak pelaku usaha untuk masuk pasar China. Saya melihat pelaku usaha kita tidak melihat China pasar yang baik. Padahal penduduknya 1,4 miliar pasti ada yang dibutuhkan. Makanan minuman, obat-obatan, kalau bisa dimanfaatkan, peluangnya cukup besar,” jelas Marolop.

Untuk menggenjot perdagangan kedua negara ini Marolop dan Iriana mengajak semua pelaku usaha di Indonesia untuk memanfaatkan ajang pameran China-ASEAN Expo ke-16 yang akan berlangsung 20-23 September di Nanning Tiongkok. Tahun ini Indonesia akan menjadi Country of Honor yang akan diberikan promosi dan perhatian lebih besar lagi sehingga harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

Potensi perdagangan yang banyak dilirik penduduk Tiongkok di antaranya buah-buahan seperti salak,durian,buah naga. Produk makanan dan minuman dan obatan ringan menurut Marolop masih memberikan peluang bagi pelaku usaha Indonesia. “Kami hanya bisa memberikan informasi potensi yang ada di Tiongkok. Selebihnya pelaku usaha yang berkepentingan yang menentukan,” ujar Marolop.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak