alexametrics

Garap Bisnis Produk Industrial, Pindad Incar Penjualan Rp5,2 T

loading...
Garap Bisnis Produk Industrial, Pindad Incar Penjualan Rp5,2 T
Direktur Business Industrial PT Pindad Heri Hariswan (kiri) menyebutkan bahwa BUMN tersebut akan memperbesar porsi produk industrial. Foto/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - PT Pindad (Persero) menargetkan penjualan senilai Rp5,2 triliun pada tahun ini. Penjualan produk industrial akan menjadi fokus Pindad, selain tetap memproduksi produk pertahanan dan keamanan (hankam).

Direktur Business Industrial PT Pindad Heri Hariswan mengatakan, saat ini komposisi produksi produk Pindad 70% hankam dan 30% produk industrial. Ke depan, Pindad bakal memperbesar porsi produk industrial menjadi 50%.

"Apalagi pasar untuk produk industrial masih terbuka lebar. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. Target kami komposisinya bisa 50:50, dan itu memang perlu waktu," kata Heri saat temu media di Kawasan Industri Pindad, Kota B5, Jumat (12/7/2019).



Walaupun pasar produk industrial cukup besar, namun sangat kompetitif. Sehingga Pindad perlu melakukan survei pasar agar produk yang dikeluarkan sesuai kebutuhan pasar. Saat ini, dari target penjualan Rp5,2 triliun, porsi produk industrial baru menyumbang sekitar Rp2 triliun.

"Tapi ke depan, kami harap enggak hanya jualan produk industrial, tapi ke service juga. Misalnya di bandara atau tempat lain, untuk mengelola perbaikan mobil pemadam kebakaran, atau generator listrik PLN," paparnya.

Untuk menggarap sektor jasa ini, Pindad sedang menjajaki kerja sama untuk memperbaiki peralatan damkar di Angkasa Pura. Kemudian, perseroan juga bekerja sama dengan Pertamina untuk pembuatan tabung gas.

Dia mengatakan, fokus Pindad selain produk hankam adalah dalam rangka memanfaatkan peralatan yang ada. Pasalnya, penjualan produk hankam relatif terbatas sehingga adanya fokus lain membuat peralatan perseroan dapat lebih produktif.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak