alexametrics

Penjualan Rumah di Banten Menurun 24,5%

loading...
Penjualan Rumah di Banten Menurun 24,5%
Ilustrasi penjualan rumah. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Riset Indonesia Property Watch memperlihatkan bahwa penjualan perumahan di Provinsi Banten pada kuartal II-2019 menurun sebesar 24,5% (qtq), setelah pada kuartal sebelumnya mengalami pertumbuhan 10,9%. Nilai ini juga masih lebih rendah 32,7% (yoy) pada kuartal yang sama tahun lalu.

Pergerakan yang terjadi pada kuartal ini diperkirakan terjadi karena siklus alami pasar properti memasuki pertengahan tahun, yang umumnya tidak terlalu memerlihatkan peningkatan yang signifikan.

Wilayah Tangerang dan sekitarnya termasuk Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan mengalami penurunan tertinggi, yaitu 28,9%, khususnya di segmen menengah. Dan Cilegon juga menurun 6,8%. Hanya wilayah Serang yang membukukan kenaikan nilai penjualan sebesar 14,6%.



"Sementara itu, pertumbuhan harga jual pada kuartal II-2019 relatif mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 0,22% lebih rendah sedikit dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 0,26%. Pertumbuhan harga tertinggi terjadi di wilayah Serang sebesar 0,37%, diikuti Tangerang dan sekitarnya sebesar 0,28%," ujar Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, Sabtu (13/7/2019).

Sambung Ali, penjualan unit rumah seharga di bawah Rp500 jutaan turun 26,4% dibandingkan kuartal sebelumnya. Begitu pula yang terjadi pada segmen harga di atas Rp2 miliar yang turun 45,7%. Sedangkan segmen harga antara Rp500 juta sampai Rp1 miliar memerlihatkan kenaikan penjualan 27,9%.

Meskipun demikian, komposisi terbesar penjualan masih didominasi segmen di bawah Rp500 juta sebesar 76,8%, diikuti segmen Rp500 juta-Rp2 miliar sebesar 21,2%, dan segmen harga di atas Rp2 miliar sebesar 2,0%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak