alexametrics

Punya Bonus Demografi, Industri Kreatif Diyakini Akan Fenomenal

loading...
Punya Bonus Demografi, Industri Kreatif Diyakini Akan Fenomenal
Industri kreatif dalam negeri diyakini akan berkembang pesat ditunjang bonus demografi pada 2030 mendatang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pertumbuhan sektor industri kreatif di dalam negeri terus didorong demi meningkatkan jumlah wirausaha baru dan meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) pun secara rutin melaksanakan berbagai acara untuk memberi ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

"Salah satunya adalah acara Creative Talk sebagai kick-off dari kegiatan pengembangan kewirausahaan melalui program Creative Business Incubator-Bali Creative Industry Center (BCIC)," kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Melalui kegiatan tersebut, menurut Gati, pihaknya akan membagikan pengetahuan kepada peserta tentang strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, dan peningkatan motivasi dalam berwirausaha. Pelaksanaan Creative Talk di Yogyakarta pada Selasa (9/7) lalu, dilakukan bersamaan dengan gelaran Festival Kebudayaan Yogyakarta yang di dalamnya terdapat pasar seni yang diikuti oleh 50 pelaku ekonomi kreatif yang telah dikurasi.



Gati berharap, adanya acara tersebut, dapat meningkatkan minat generasi muda atau generasi milenial di Yogyakarta dalam berwirausaha dan semangat untuk terus mengembangkan usahanya. Terlebih Jogja merupakan salah satu daerah penyumbang PDB ekonomi kreatif yang cukup besar di Indonesia, yaitu mencapai 16,12% dari total PDB ekonomi kreatif Indonesia.

Industri kreatif pada 2018 tercatat memberikan kontribusi terhadap PDB nasional diperkirakan mencapai Rp1.000 triliun. Adapun tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner sebesar 41,69%, disusul industri fashion (18,15%) dan industri kriya (15,70%).

Untuk itu, Dirjen IKMA menambahkan, Kemenperin fokus memacu potensi ekonomi kreatif yang cukup besar tersebut. Langkah strategis ini juga untuk merebut peluang adanya bonus demografi di Indonesia.

"Pada tahun 2030 mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi, di mana proporsi usia produktif penduduk usia 20-39 tahun diproyeksi mencapai lebih dari 88 juta jiwa. Sehingga perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda yang nantinya bisa mengambil peluang dari bonus demografi itu," paparnya.

Indonesia yang memiliki budaya yang sangat beragam menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu, Kemenperin mendirikan BCIC pada 2015 lalu yang berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku industri kreatif kriya dan fashion untuk mengembangkan usahanya.

"Konsepnya di BCIC, yaitu meet-share-collaborate, di mana para pelaku industri bisa bertemu, berbagi pengalaman dan ide kreatif, sehingga pada akhirnya bisa berkolaborasi untuk menciptakan karya bersama," imbuhnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak