alexametrics

PLN Terbitkan Global Bond USD1,4 M dengan Tingkat Bunga Terendah Sepanjang Sejarah

loading...
PLN Terbitkan Global Bond USD1,4 M dengan Tingkat Bunga Terendah Sepanjang Sejarah
Global bond terbaru dengan bunga rendah yang diterbitkan PLN diburu investor dan mengalami oversubscribed 4,42 kali. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PLN kembali ke pasar modal internasional (global capital market) dan mencetak sukses dalam penerbitan global bond senilai USD1,4 miliar (sekitar Rp19,6 triliun), dengan harga lebih rendah dari imbal hasil (yield) di pasar sekunder (secondary market).

Global Bond tersebut diterbitkan dengan tingkat bunga terendah sepanjang sejarah penerbitan obligasi dalam denominasi dolar, baik oleh PLN maupun dari BUMN manapun di Indonesia untuk tenor 10 dan 30 tahun. Dual-trance USD Global Bond masing-masing sebesar USD700 juta diterbitkan dengan tingkat bunga 3,875% untuk tenor 10 tahun dan 4,875% untuk tenor 30 tahun.

PLN berhasil meyakinkan potensial investor melalui serangkaian roadshow ke beberapa negara yaitu Hong Kong, Singapura, Inggris dan Amerika Serikat (AS) sejak tanggal 4 Juli 2019. Pada kesempatan kali ini, PLN juga didukung oleh tiga lembaga pemeringkat internasional yaitu Moody’s, S&P, dan Fitch Ratings.



Masing-masing lembaga pemeringkat tersebut memberikan penilaian kualitas kredit obligasi PLN dengan tingkat Baa2 , BBB, dan BBB. Investment grade credit rating global bond PLN dari ketiga lembaga independen internasional tersebut, adalah pada level yang setara dengan credit rating sovereign pemerintah Indonesia. Global Bond PLN kali ini menjadi rebutan potensial investor dan kelebihan permintaan (oversubscribe) lebih dari 4,42 kali. Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menegaskan, PLN mampu membaca kondisi terbaik di pasar modal internasional dan mengambil langkah yang cepat dan tepat.

"PLN berhasil memanfaatkan momentum pasar sehingga Global Bond PLN kali ini tidak hanya mengalami kelebihan permintaan akan tetapi juga mendapatkan tingkat bunga yang sangat kompetitif," ungkap Sarwono di Jakarta, Senin (15/7/2019).

PLN melakukan proses bookbuilding pada 10 Juli 2019 mulai sejak pagi hari waktu pasar Asia dibuka, dan harga final ditentukan pada hari yang sama. Pada proses bookbuilding, PLN mendapatkan permintaan order dari 118 institusi investor untuk obligasi tenor 10 tahun dan 131 institusi investor untuk obligasi tenor 30 tahun dimana permintaan sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Mayoritas jenis investor tersebut adalah Asset Manager, Asuransi, Dana Pensiun, dan Perbankan Internasional.

Proses settlement obligasi tersebut diharapkan akan terjadi pada tanggal 17 Juli 2019 dan terdaftar pada Singapore Stock Exchange (SGX). Dalam mencapai kesuksesan transaksi obligasi internasional kali ini, PLN dibantu oleh beberapa institusi keuangan dan perbankan internasional ternama (i.e.Joint Arrangers dan Joint Bookrunners) yaitu ANZ, BNP Paribas, Citigroup, HSBC, Mandiri Securities, dan Standard Chartered Bank.

Selain itu, PLN juga dibantu oleh beberapa co-managers dari Indonesia pada proses penerbitan obligasi tersebut yaitu PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas.

"Keberhasilan penerbitan global bond dengan tingkat suku bunga yang sangat kompetitif ini juga menjadi pertanda semakin baiknya kepercayaan investor global terhadap PLN dan Indonesia, serta PLN dapat memperoleh tambahan dana untuk menjalankan Penugasan Pemerintah untuk membangun tambahan kapasitas pembangkit, transmisi dan distribusi dalam kaitannya dengan Program 35 GW," imbuhnya.

Hal ini sesuai dengan tujuan utama PLN yakni menyediakan kebutuhan listrik untuk masyarakat Indonesia dengan harga terjangkau dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan kesejahteraan masyarakat diseluruh pelosok nusantara.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak