alexametrics

Rupiah Awal Pekan Ditutup Meroket ke Rp13.915/USD, Euro Mendaki

loading...
Rupiah Awal Pekan Ditutup Meroket ke Rp13.915/USD, Euro Mendaki
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Senin (15/7/2019) ditutup meroket untuk terus menjauhi level Rp14.000 per USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Senin (15/7/2019) ditutup meroket untuk terus menjauhi level Rp14.000 per USD. Lesatan kurs rupiah mengiringi euro yang menguat terbatas terhadap mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS-.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah menanjak ke level Rp13.915/USD atau lebih baik dari sebelumnya Rp14.000/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal pekan hari ini berada di kisaran Rp13.885 hingga Rp13.999/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga membaik menjadi Rp13.919/USD dibandingkan sesi penutupan Jumat, kemarin pada posisi Rp14.007/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp13.895-Rp13.993/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah melompat tinggi ke level Rp13.918/USD dari sebelumnya Rp14.095/USD. Rupiah mendapatkan sentimen positif dari kondisi politik yang diyakini bakal stabil di dalam negeri.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau menjadi Rp13.918/USD untuk menjadi sinyal kebangkitan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah balik melawan usai sebelumnya berada pada level Rp14.085/USD.

Di sisi lain euro meningkat pada perdagangan Senin, sebelum pertemuan bank sentral akhir bulan ini. Pasar valuta asing cenderung sepi, dengan dolar Australia menikmati dorongan dari data ekonomi China sebagai satu-satunya penggerak.

Euro terhadap dolar AS (USD) telah terjebak dalam perdagangan yang cenderung sempit dalam beberapa pekan terakhir. Perhatian utama investor masih tertuju kepada Federal Reserve alias Bank Sentral AS untuk memotong suku bunga pada akhir bulan ini.

Ditambah perkiraan Bank Sentral Eropa bakal mengikuti melakukan pelonggaran lebih lanjut pada 2019. Euro saat melawan USD naik 0,08% pada posisi 1,1282 terhadap dolar AS, atau masih dalam kisaran USD1,14 hingga USD1,11 baru-baru ini. Sedangkan indeks dolar yang melacak kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya bergerak mendatar di level 96,81.

Investor lebih bearish terhadap euro mengingat bahwa yield Treasury tampaknya akan tetap menjadi salah satu yang tertinggi di pasar, meskipun ada penurunan suku bunga Fed di masa depan, menurut para analis.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak