alexametrics

Akses Sumber Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS

loading...
Akses Sumber Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS
Kementan akan meningkatkan akses petani terhadap sumber pembiayaan pertanian. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian terus menggerakkan Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya. FPPS ini bertujuan meningkatkan akses petani terhadap sumber pembiayaan pertanian seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan pada tahun ini, peran FPPS akan diperluas untuk mendampingi petani mengakses ke sumber-sumber pembiayaan pertanian, baik program KUR maupun fasilitasi pembiayaan lainnya.

"Dinas pertanian Propinsi dan Kabupaten diharapkan dapat membuka jalan bagi para FPPS melalui koordinasi dengan perbankan dan sumber pembiayaan lainnya untuk dapat ditindaklanjuti," ujar Sarwo Edhy, Senin (15/7/2019).



Sarwo Edhy menjelaskan, petugas FPPS tersebut direkrut dari eks Penyelia Mitra Tani dalam program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (Eks PMT-PUAP) yang mendampingi gapoktan melaksanakan kegiatan PUAP.

"FPPS itu kami fungsikan untuk mendampingi petani dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan pertanian. Pada 2017 dan 2018 lalu, pendampingan diutamakan pada akselerasi penyaluran KUR," kata Sarwo Edhy.

Pada 2018, realisasi KUR pada sektor produksi termasuk pertanian sebesar 23% dari total KUR Rp120 triliun (Tahun Anggaran 2018). Dengan pendampingan yang dilakukan FPPS, pada 2018, terealisasi KUR untuk pertanian sebesar Rp44,6 miliar, di 16 provinsi yang diakses oleh 1.095 pelaku usaha pertanian.

Pelaksanaan kegiatan FPPS, lanjut Sarwo Edhy, dilaksanakan melalui dana dukungan untuk operasional pusat, dana dekonsentrasi di 32 Provinsi dan dana tugas pembantuan di 339 Kabupaten dan Kota, dengan komponen kegiatan utama adalah temu pembiayaan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Ditjen PSP, dari tahun 2017 hingga 2018, FPPS berperan dalam akselerasi penyaluran KUR. Hasilnya pada 2017 melalui dana operasional pusat, tercapai penyaluran KUR sektor pertanian senilai di atas Rp10,5 miliar di Provinsi Jawa Barat melalui Bank BJB.

Pada 2018, dari 32 propinsi, yang telah melaporkan capaian adalah 16 Provinsi, dengan capaian usulan pelaku usaha yang akses KUR sejumlah 1.095 debitur dan usulan kredit Rp44,6 miliar.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak