alexametrics

Harga Minyak Mentah Kembali Terbebani Saat Produksi AS Pulih

loading...
Harga Minyak Mentah Kembali Terbebani Saat Produksi AS Pulih
Harga minyak mentah dunia turun beruntun dalam dua hari saat lebih banyak fasilitas produksi yang kembali beroperasi di Teluk AS setelah Badai Barry. Foto/Ilustrasi
A+ A-
TOKYO - Harga minyak mentah dunia turun beruntun untuk hari kedua pada perdagangan, Selasa (16/7/2019) saat lebih banyak fasilitas produksi yang kembali beroperasi di Teluk AS setelah Badai Barry melanda selama akhir pekan. Sementara data ekonomi China meredupkan prospek permintaan minyak mentah.

Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent lebih rendah 10 sen atau 0,2% menjadi USD66,38 per barel. Raihan tersebut juga menyusut sebesar 0,4% dalam sesi semalam. Sedangkan harga minyak mentah AS jatuh 10 sen setara 0,2% ke level USD59,48 per barel dimana melemah sekitar 1% dibandingkan sesi sebelumnya.

Kedua kontrak pekan lalu sempat mencetak keuntungan mingguan terbesar dalam tiga minggu karena persediaan minyak AS turun dan ketegangan diplomatik meningkat di Timur Tengah. Akan tetapi ketika produksi kembali pulih sebagian dari 74% output yang ditutup di platform Teluk AS.



Setelah dampak Badai Barry, kekhawatiran tentang kelebihan pasokan kembali ke permukaan. Sementara data China pada hari Senin menunjukkan output industri dan data ritel di luar ekspektasi, angka keseluruhan menunjukkan pertumbuhan ekonomi secara triwulanan paling lambat dalam beberapa dekade.

Produksi minyak China naik untuk mencetak rekor 13,07 juta barel per hari pada Juni, atau meningkat 7,7% dari tahun sebelumnya, menyusul dimulainya dua kilang besar baru, berdasarkan data resmi yang dirilis.

Pertumbuhan ekonomi China yang hanya 6,2% pada kuartal kedua 2019, atau yang terlemah dalam 27 tahun, diyakini dampak dari ketegangan perdagangan dengan Washington dan meningkatkan kemungkinan bahwa lebih banyak insentif mungkin diperlukan untuk mendongkrak ekonomi.

Sementara di AS, terdapat 1,3 juta barel per hari (bpd) produksi minyak yang berhenti beroperasi pada wilayah-wilayah di Teluk Meksiko. Tapi para pekerja sudah kembali lagi ke lebih dari 280 anjungan produksi yang sempat dievakuasi. Diperlukan beberapa hari agar produksi kembali beroperasi penuh setelah badai meninggalkan Teluk Meksiko.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak