alexametrics

Sempat Masuk Pengawasan AS, Sri Mulyani Sebut Dampak Perang Dagang Minim

loading...
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, meskipun Indonesia sempat masuk dalam daftar pengawasan Amerika Serikat (AS) karena ekspor perdagangan yang surplus dengan Negeri Paman Sam -julukan AS- tersebut. Namun diyakini tidak termasuk dalam sasaran perang dagang AS, ditambah menurutnya dampak dari perang dagang AS dan China akan berbeda di setiap negara.

Diketahui meningkatnya tensi perdagangan dunia akibat perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China berpengaruh terhadap kinerja perekonomian dan perdagangan global. Menkeu Sri Mulyani menyampaikan, jika dibandingkan dengan negara kawasan lain di Asia Tenggara, pengaruh perang dagang terhadap kondisi perekonomian Indonesia cenderung biasa saja atau minim.

Berbeda dengan Singapura atau Malaysia yang terkena dampak cukup hebat akibat ketegangan hubungan perdagangan AS dan China. Menkeu mengatakan, keterlibatan Indonesia yang cenderung minimal dalam rantai pasokan global serta lemahnya industri manufaktur dalam negeri menjadi penangkal ketika perekonomian global penuh ketidakpastian.



"Semakin dia didominasi sektor manufakturnya sangat besar, di perekonomian terkena hit lebih besar. Indonesia dikit pengaruhnya karena kita enggak dekat dengan supply chainnya karenanya kita enggak terkena (efek perang dagang)," jelas Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Mantan Direktur Bank Dunia ini mencerikan bahwa, Indonesia sempat masuk dalam pengawasan AS karena berada di 20 besar negara yang ekspornya surplus ke Amerika Serikat. Hal itu membuat AS pun melontarkan perang dagang bagi negara-negara yang mengalami surplus ekspor.

"Terkait perang dagang tentu kita tahu started di bawah kepemipinan Trump yang punya persepsi hubungan antar negara yang berbeda di mana pemikirannya perdagangan itu menang dan kalah. Padahal itu mutual benefiting. Anda butu, kita butuh terjadilah transaction itu," ujarnya.

"Jadi pada tahun 2018, list negara-negara yang dianggap punya surplus dan menjadi watch list, yang surplusnya semakin besar jadi perhatian terbesar. Indonesia pun masuk list itu, 20 biggest surplus ke Amerika Serikat," tambahnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak