alexametrics

Setelah 20 Tahun Mangkrak, Proyek Blok Masela Mulai Digarap

loading...
Setelah 20 Tahun Mangkrak, Proyek Blok Masela Mulai Digarap
Ilustrasi Blok Masela. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Selama lebih 20 tahun, proyek pengembangan Blok Masela mangkrak. Akhirnya, proyek Blok Masela dinyatakan mulai digarap seiring revisi rencana pengembangan (plan of development/PoD) yang ditandatangani Inpex bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan lantas menemui Presiden Joko Widodo untuk melaporkan rencana rencana kerja sama PoD proyek Blok Masela. Pada pertemuan tersebut Jokowi menyampaikan beberapa pesan.

"Jadi kami melaporkan kepada Pak Presiden, bahwa persetujuan pemerintah terhadap pembangunan blok Masela sudah diberikan. Jadi kami lapor, kami serahkan persetujuannya di hadapan Bapak Presiden," ujar Ignasius Jonan saat ditemui di Istana Negara, Selasa (16/7/2019).



Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan Presiden Jokowi menyambut gembira rencana kerjasama pengembangan tersebut. Pasalnya kerja sama tersebut telah melalui negosiasi yang cukup alot.

"Akhirnya kita hari ini bisa menyelesaikan investasi yang sangat besar ini, yang sangat berarti buat Indonesia," ungkapnya.

Dwi mengatakan Presiden berharap Inpex berkomitmen dengan apa yang sudah tertuang dalam PoD. Termasuk syarat-syarat yang telah mendapat persetujuan Menteri ESDM.

"Antara lain yang beliau tekankan adalah agar local content dimaksimumkan. Kemudian penggunaan tenaga kerja setempat itu dimaksimalkan. Jadi ada pelatihan untuk bisa meningkatkan kapabilitas tentu saja dari SDM setempat," ujarnya.

Dwi menyebut bahwa pengembangan Blok Masela ini memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Dimana Indonesia akan menerima sekitar USD39 miliar dan Inpex sekitar USD37 miliar.

"Tapi itu sudah termasuk yang 10% punya daerah. Jadi sesungguhnya kontraktor yang Inpex dan Shell menerima sekitar USD33,3 miliar," ungkapnya.

Keuntungan lain juga akan diperoleh dari dampak ganda seperti industri petrokimia yang akan dibangun di sana. Dimana potensi investasi sebesar USD1,5 miliar hingga USD2 miliar di daerah tersebut.

SKK Migas menargetkan Blok Masela akan mulai produksi pada 2027, sehingga proses pengembangan harus selesai tahun 2026.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak