alexametrics

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Lesu Iringi Kebangkitan Dolar

loading...
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Lesu Iringi Kebangkitan Dolar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (17/7/2019) dibuka lesu untuk meneruskan tren negatif sejak penutupan kemarin. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (17/7/2019) dibuka lesu untuk meneruskan tren negatif sejak penutupan kemarin. Laju merayap kurs rupiah mengiringi penguatan kembali Dolar AS setelah data ekonomi yang menunjukkan optimisme.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka merosot ke posisi Rp13.949/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah tak berdaya usai tergelincir kemarin Rp13.925/USD.

Data Yahoo Finance justru menunjukkan pelemahan rupiah pada sesi pagi perdagangan menjadi Rp13.958/USD dengan pergerakan harian Rp13.930 hingga Rp13.960/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal kejatuhan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp13.930/USD.



Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga turun tipis ke level Rp13.940/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.935/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.940-Rp13.962/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi turut memperlihatkan raihan negatif dari sebelumnya. Rupiah tertahan menjadi Rp13.965/USD atau tidak lebih baik dari kemarin Rp13.935/USD.

Di sisi lain, Dolar menguat seiring dorongan dari data ekonomi yang mencuatkan optimis hingga memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan agresif oleh Federal Reserve alias Bank Sentral AS akhir bulan ini. Sementara pound dan euro masih berjuang untuk membarikan dorongan tambahan kepada greenback.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama secara efektif tidak berubah pada level 97.363 setelah naik 0,5% pada hari sebelumnya. Tetapi, Dolar naik setelah data penjualan ritel AS lebih baik dari prediksi pada bulan Juni.

Hal itu diyakini mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Fed sebesar 50 basis poin daripada 25 basis poin pada tinjauan kebijakan akhir bulan. Sedangkan Pound mundur ke level terendah 27 bulan terhadap USD menjadi 1,2396 seiring ketidakpastian Brexit.

USD hampir cenderung mendatar melawan Yen ke level 108,215 usai naik 0,3% karena data penjualan ritel AS yang kuat. Dolar Australia naik tipis 0,05% menjadi 0,7016 terhadap USD, setelah kehilangan 0,4% pada hari Selasa setelah komentar Presiden AS Donald Trump.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak