alexametrics

Sri Mulyani Belum Akan Ajukan APBN Perubahan 2019

loading...
Sri Mulyani Belum Akan Ajukan APBN Perubahan 2019
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku, belum memikirkan untuk mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku, belum memikirkan untuk mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2019. Hal ini dikarenakan kinerja APBN masih sesuai target.

Dia mengakui akhir semester I tahun ini kondisi ekonomi makro masih dalam rentang proyeksi yang ditetapkan. Selain itu, kondisi pada tahun ini juga sesuai dengan apa yang diproyeksikan pada tahun 2018 lalu. “Kita lihat dari semester satu dan outlook masih di dalam range, jadi kita juga akan melihat sama seperti kondisi tahun 2018,” ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan negara hingga semester I-2019 mencapai Rp898,8 triliun atau 41,5% dari target APBN 2019 sebesar Rp2.165,1 triliun. Penerimaan negara di paruh pertama tahun 2019, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp688,9 triliun atau setara 38,6% dari target dalam APBN yang sebesar Rp1.786,4 triliun.



Penerimaan ini terdiri dari pajak sebesar Rp603,34 triliun, serta bea dan cukai sebesar Rp85,60 triliun. Adapun penerimaan pajak terdiri dari pajak penghasilan (PPh) sebesar Rp376,32 triliun atau sudah mencapai 42,07% dari target Rp894,45 triliun. Kemudian PPN dan PPnBM sebesar Rp212,32 triliun atau sudah mencapai Rp32,40% dari target Rp655,39 triliun.

Sementara pada semester I tahun 2019, belanja kementerian dan lembaga (K/L) terealisasi sebesar Rp342,3 triliun atau 40% dari target dalam APBN 2019 yang mencapai Rp855,4. Belanja non-kementerian dan lembaga pada semester I/2019 terealisasi sebesar Rp288,2 triliun atau 37% dari target APBN 2019 yang mencapai Rp778,9 triliun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak