alexametrics

Utang Capai Rp4.570 Triliun, Ekonom Sebut Kurang Produktif

loading...
Utang Capai Rp4.570 Triliun, Ekonom Sebut Kurang Produktif
Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai utang bukan sekedar persoalan nominal yang naik, tapi juga produktivitas. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai utang bukan sekedar persoalan nominal yang naik, tapi juga produktivitasnya. Kenaikan utang yang begitu tinggi, tapi ekonomi tumbuh 5% dan industri tumbuh di bawah 5% artinya ada yang kurang produktif.

"Utang kan fungsinya sebagai leverages, untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pusat pada akhir Juni 2019 mencapai Rp4.570,17 triliun. Angka ini naik Rp342,39 triliun dibandingkan Juni 2018 sebesar Rp4.227,78 triliun.



Dia menambahkan indikator lain yang perlu jadi perhatian adalah DSR (debt to services ratio), dimana angka DSR pada kuartal I 2019 terus alami peningkatan menjadi 25,7%. "Naiknya DSR menunjukkan penambahan utang dan penerimaan valas khususnya ekspor makin tak berimbang. Padahal untuk bayar bunga dan cicilan ULN menggunakan valas," jelasnya.

Selain itu soal komposisi asing dalam surat utang yang bertahan di kisaran 38-39% tentu ada risikonya. "Bisa picu capital outflow dan melemahkan kurs rupiah apabila asing keluar dari pasar surat utang. Itu yang tidak kita harapkan," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak