alexametrics

Ditopang Industri, Penjualan Listrik PLN Meningkat 4,31%

loading...
Ditopang Industri, Penjualan Listrik PLN Meningkat 4,31%
Penjualan listrik PLN sepanjang semester I/2019 tumbuh 4,31% dibanding periode yang sama tahun lalu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik pada semester I/2019 mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Realisasi penjualan listrik pada semester I/2019 mencapai 117,32 teraWatt hour (TWh) atau naik 4,31% dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar 112,46 TWh.

"Sepanjang tahun ini targetnya tumbuh 6,97% atau mencapai 247,3 TWh. Terhitung sampai Juni 2019 ini penjualan listrik telah mencapai 4,31%," ujar Plt Direktur Utama PLN PLN Djoko Rahardjo Abumanan di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Menurut dia pertumbuhan konsumsi listrik PLN ditunjang dari pelanggan industri. PLN mencatat total pertumbuhan pelanggan industri selama semester I/2019 sebesar 1,28% dengan penjualan mencapai 36.795 gigawatt hour (GWh). Secara total golongan pelanggan industri mempunyai kontribusi sebesar 31,36% dari total penjualan listrik PLN.



Untuk golongan industri menengah dengan daya di atas 200 kVA (I-3) mempunyai kontribusi sebesar 22% atau lebih banyak dibandingkan golongan industri lainnya. Setelah sempat mengalami pertumbuhan minus 3,8% pada Mei 2019 dibandingkan periode sebelumnya, pada Juni 2019, konsumsi listrik industri menengah mulai mengalami perbaikan. Golongan tarif industri menengah mampu mencatat pertumbuhan sebesar 6,1% pada Juni 2019 dibanding bulan sebelumnya.

Dari wilayah sebarannya, konsumsi kWh per pelanggan per hari per golongan tarif segmen industri menengah mengalami peningkatan di 18 wilayah yang tersebar di Papua dan Papua Barat, Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Sulutenggo), Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), dan Sumatra Barat.

Sementara segmen Industri yang mengalami peningkatan konsumsi listrik adalah industri plastik yang tumbuh sebesar 15,3% setelah pada bulan sebelumnya tumbuh minus 1%. Industri plastik disusul oleh pertumbuhan konsumsi industri makanan dan minuman sebesar 12,2%, industri kertas 8,9%, industri besi baja 5,7% dan industri tekstil 2,5%.

"Jadi pertumbuhan konsumsi kelompok Industri sampai Juni 2019 mencapai 1,28%. Sedangkan bulan sebelumnya, pertumbuhan sampai dengan Mei 2019, sebesar 0,56%," kata dia.

Tak sampai disitu, penjualan listrik juga ditopang dari kontribusi pelanggan runah tangga. Tercatat pada semester I/2019 pelanggan rumah tangga sebesar mencapai 50,29 TWh, tumbuh 5,95% dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar 47,51 TWh. "Pelanggan rumah tangga juga merupakan yang terbanyak yakni 67,38 juta," terangnya.

Selain itu, pertumbuhan penjualan juga ditopang dari pelanggan bisnis mencapai 3,68 juta pelanggan. Terhitung pada semester I/2019 tercatat sebesar 21,51 TWh atau naik 5,75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 20,33 TWh.

Djoko mengatakan pertumbuhan konsumsi listrik pada golongan tarif industri bisa lebih baik lagi jika tidak terpotong dengan adanya libur Lebaran selama 11 hari. "Jika tidak ada libur Lebaran maka konsumsi listrik I3 diperkirakan mencapai 5.084 GWh atau lebih tinggi dari Mei 2019," tandasnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID)Jawa Barat Iwan Purwana akan terus berupaya meningkatkan penjualannya di Jawa Barat. Terhitung sampai April 2019 penjualan listrik di Jabar telah mencapai 14,3 juta pelanggan.

"Penjualan PLN di Jabar sudah mengalahkan TNB (Tenaga Nasional Berhad) Malaysia yang hanya mencapai 9,3 juta pelanggan. Untuk tahun ini kita targetkan 14,7 juta pelanggan," ujarnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak