alexametrics

Rupiah Ditutup Tak Berdaya Dekati Rp14.000/USD Saat Pounds Ambruk

loading...
Rupiah Ditutup Tak Berdaya Dekati Rp14.000/USD Saat Pounds Ambruk
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (17/7) ditutup tak berdaya untuk kembali mendekati level Rp14.000/USD saat Pounds ambruk. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (17/7/2019) ditutup tak berdaya untuk kembali mendekati level Rp14.000/USD setelah sempat menanjak naik dalam sesi sebelumnya. Tren negatif kurs rupiah mengiringi pelemahan beruntun Poundsterling dalam tiga hari.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah lesu hingga menyentuh level Rp13.980/USD dari sebelumnya Rp13.930/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp13.930 hingga Rp13.985/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga lebih rendah ke posisi Rp13.982/USD dibandingkan sesi penutupan Selasa, kemarin Rp13.935/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara level Rp13.940-Rp13.985/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah tak berdaya hingga menjadi Rp13.982/USD dibandingkan penutupan kemarin Rp13.935/USD. Hal ini dimana minimnya sentimen dalam negeri mendorong jatuh mata uang Garuda.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di Rp13.949/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan. Posisi ini memperlihatkan rupiah merosot usai sebelumnya berada pada level Rp13.925/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Poundsterling jatuh di bawah posisi 1,24 per USD atau berada dalam level terendah lebih dari dua tahun karena pasar terus mengalami tekanan dimana risiko keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) alias Brexit tanpa kesepakatan semakin besar.

Pada perdagangan hari Rabu, pounds melemah untuk hari ketiga berturut-turut terhadap dolar menjadi 1.2391, dan menjadi level terendah sejak April 2017 serta berada dalam jalur penurunan bulanan terbesar sejak Juni 2018.

Mata uang Inggris tersebut telah kehilangan 1% terhadap euro sepanjang bulan ini, sementara terhadap greenback telah jatuh sekitar 2,3%. Hal ini membuat Pounds menjadi salah satu mata uang G10 berkinerja terburuk di kuartal kedua.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak