alexametrics

Gubernur BI Pastikan Rasio Utang Masih Aman dan Terkendali

loading...
Gubernur BI Pastikan Rasio Utang Masih Aman dan Terkendali
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menerangkan, melihat kondisi utang Indonesia menurutnya cukup dengan rasio utang terhadap PDB. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menerangkan, melihat kondisi utang Indonesia menurutnya cukup dengan rasio utang terhadap PDB. Dalam hal ini Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh 7,4% (yoy) pada akhir Mei atau melambat dibandingkan dari pertumbuhan pada bulan April 2019 sebesar 8,8% (yoy).

"ULN sebagaimana siaran pers sebelumnya, kondisinya masih dalam konteks aman dan juga terkendali. Pertumbuhan utang luar negeri melambat, rasio dasarnya cukup rasio utang ke PDB rendah," ujar Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Dia pun menyebutkan utang yang terkendali dikarenakan sumber pembiayaan yang sudah membaik. "Karena memang utang publik itu kendalinya deifisit APBN dan sumber pembiayaan dikendikan melalui bagaimana upaya bank oleh Bank Indonesia," jelasnya.



Sebagai informasi, pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Mei 2019 tercatat sebesar USD386,1 miliar yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD189,3 miliar serta utang swasta (termasuk BUMN) USD196,9 miliar.

Sementara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pusat per akhir Juni 2019 mencapai Rp4.570,17 triliun, atau naik 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp4.227,78 triliun.

Mengutip laporan APBN Kita edisi Juli 2019 yang dirilis oleh Kemenkeu, Rabu (17/7), porsi utang terbesar pemerintah berupa Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp3.784,56 triliun atau 82,81 persen dari total utang. Rinciannya, SBN berdenominasi rupiah tercatat Rp2.735,76 triliun dan SBN berdenominasi valuta asing (valas) senilai Rp1.048,8 triliun.

Kemudian, 17,19% sisa utang pemerintah berupa pinjaman senilai Rp785,61 triliun. Mayoritas pinjaman berasal dari asing yaitu senilai Rp778,64 triliun. Sisanya, Rp6,97 triliun berasal dari pinjaman dalam negeri. Meski secara nominal tumbuh, rasio utang negara terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) turun dari 29,79% pada Juni 2018 menjadi 29,5%.

Rasio utang tersebut menggambarkan kapasitas ekonomi Indonesia secara agregat mampu menutup lebih dari tiga kali jumlah utang pemerintah. Rasio utang pemerintah juga masih di bawah batas aman 60%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak