alexametrics

Sinergi Nasabah Mekaar-ULaMM Dongkrak Bisnis Mikro di Lima Puluh Kota

loading...
Sinergi Nasabah Mekaar-ULaMM Dongkrak Bisnis Mikro di Lima Puluh Kota
Jamur tiram yang dibudidayakan nasabah program Mekaar PNM di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. Foto/Michelle Natalia
A+ A-
LIMA PULUH KOTA - Sinergi antara nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Syariah PNM di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sukses mendongkrak pendapatan para anggotanya.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembukaan Klaster Jamur Tiram yang terdiri dari dua kelompok nasabah Mekaar di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan anggota kurang lebih 31 orang dan satu nasabah ULaMM Syariah Dangung Dangung pada 14 Februari 2019 lalu.

Klaster ini dibentuk dengan tujuan terciptanya sinergi usaha antara nasabah Mekaar yang sudah belajar budidaya jamur tiram dengan nasabah ULaMM yang akan menjadi penampung hasil panen jamur tiram dan kemudian membantu untuk memasarkan jamur tiram tersebut.



Melalui sinergi ini, nasabah Mekaar yang selama ini terkendala dengan akses pemasaran jamur tiram dapat terbantu oleh nasabah ULaMM yang skala usahanya jauh lebih luas.

Westi Gusman, nasabah Mekaar di kelompok produksi jamur tiram mengungkapkan, dirinya diberikan pelatihan lengkap mengenai budidaya jamur tiram. "Saya juga diajarkan bagaimana cara memanen jamur tiram dan membuat makanan olahan jamur seperti jamur crispy dan pempek jamur," ujar Westi di Limapuluh Kota, Kamis(18/7/2019).

Suami Westi, Yuharmonis mengungkapkan awalnya PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Mekaar memberikan pinjaman sebesar Rp2,5 juta yang semuanya dialokasikan untuk budidaya jamur tiram.

Usaha ini menurutnya cukup menguntungkan karena pasarnya sudah ada dan juga didukung oleh iklim di daerahnya. "Omzet untuk penjualan produk jamur kami sekitar Rp100.000-150.000 per harinya," tuturnya.

Soal pemasaran, sambung dia, tak ada kesulitan karena 60% produksinya ditampung dan diolah oleh nasabah ULaMM yang bersinergi dalam klaster jamur tiram yang telah dibentuk. Yuharmonis mengatakan, ke depan dia menargetkan peningkatan produksi dan meluaskan pemasaran hingga ke Pekanbaru, Padangpanjang dan Bukittinggi.

Sementara itu, Rosdiana, nasabah ULaMM yang bersinergi dengan nasabah Mekaar pembudidaya jamur tiram juga mengaku sangat terbantu setelah bergabung sebagai nasabah. "PNM ULaMM benar-benar merangkul saya dalam pengembangan usaha," ujar Rosdiana.

Rosdiana mengungkapkan, produksi dan perolehan labanya meningkat pesat semenjak ia bergabung ke dalam ULaMM, dan wilayah pemasarannya pun turut meluas.

"Sebelumnya saya hanya menjual 1.500 bungkus roti per hari dengan harga Rp3.500 per bungkusnya, setelah menjadi nasabah, saya bisa menjual 3.500 bungkus per harinya. Omzet per bulan yang sebelumnya Rp150 juta pun meningkat menjadi Rp250 juta," tutupnya.

Makin luasnya wilayah pemasarannya pun kini dapat dimanfaatkan untuk membantu pemasaran nasabah Mekaar jamur tiram di sekitarnya. Rosdiana menampung sebanyak 90 kg jamur tiram produksi nasabah program Mekaar per minggu dan menjualnya kembali. Sinergi antara keduanya semakin meningkatkan bisnis kedua usaha mikro dan kecil tersebut.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak