alexametrics

Rupiah Berakhir Jaga Tren Positif Saat Pounds Berbalik Jatuh

loading...
Rupiah Berakhir Jaga Tren Positif Saat Pounds Berbalik Jatuh
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (19/7/2019) ditutup terkoreksi, meski begitu masih menjaga tetap berada dalam tren positif. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (19/7/2019) ditutup terkoreksi, meski begitu masih menjaga tetap berada dalam tren positif. Di akhir sesi penyusutan rupiah mengiringi Pounds yang berbalik jatuh, usai sempat melompat tinggi dalam sesi sebelumnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah merangkak naik ke level Rp13.935/USD masih membaik apabila dibandingkan sesi sebelumnya Rp13.955/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp13.885 hingga Rp13.955/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga lebih tinggi di Rp13.937/USD dari sesi penutupan Kamis, kemarin Rp13.960/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp13.890-Rp13.945/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat balik melawan hingga menjadi Rp13.937/USD. Raihan tersebut naik dari sebelumnya yang bertengger pada posisi Rp13.975/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau di posisi Rp13.913/USD untuk menjadi sinyal pemulihan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah perkasa usai kemarin Rp13.976/USD.

Di sisi lain Poundsterling berangsur lebih rendah pada perdagangan, Jumat setelah sempat mencetak lompatan harian terbesar dalam lebih dari dua bulan di sesi sebelumnya. Hal ini seiring fokus para pelaku pasar terhadap meningkatnya risiko Inggris keluar dari Uni Eropa alias Brexit tanpa kesepakatan pada akhir Oktober, mendatang.

Meskipun pemungutan suara oleh anggota parlemen pada hari Kamis mempersulit Perdana Menteri Inggris berikutnya untuk mencoba memaksa Brexit tanpa kesepakatan, para pengamat pasar terus meningkatkan kemungkinan hal itu bisa saja terjadi. Dimana Inggris bercerai dari Uni Eropa tanpa mencapai kesepakatan dalam hal ini perdagangan, imigrasi serta keuangan.

Sentimen tersebut sudah mengguncang investor dan minggu ini mereka mendorong Poundsterling turun ke level terendah 27 bulan terhadap dolar dan level terendah enam bulan terhadap euro. Pada hari Jumat, kekhawatiran tersebut mendominasi sentimen dengan pound melemah 0,2% menjadi 1,2519 terhadap dolar dan 0,1% versus euro menjadi 89,89.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak