alexametrics

BI Kembali Memberi Sinyal Penurunan Suku Bunga

loading...
BI Kembali Memberi Sinyal Penurunan Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberi sinyal bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk menurunkan kembali suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate. Menurut Perry, laju inflasi yang terkendali dan stabilitas ekonomi yang terjaga memberikan ruang kebijakan moneter.

"Kami memandang bahwa ruang kebijakan moneter yang akomodatif dan penurunan suku bunga akan terus terbuka," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Pada 18 Juli lalu, BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Pemangkasan suku bunga BI pada Juli 2019 menjadi yang pertama sejak November 2018, dimana sebelumnya BI menahan suku bunga di level 6%.



Perry melanjutkan, di semester II-2019, prognosis asumsi dasar ekonomi makro BI tidak jauh berbeda dengan pemerintah. Pada semester II-2019, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,2%. Laju inflasi diperkirakan masih terkendali pada tingkat 3,1% (yoy). Nilai tukar rupiah diperkirakan dapat dijaga lebih rendah dibandingkan dengan asumsi dalam APBN 2019.

"Sejalan dengan pandangan kami bahwa pertumbuhan ekonomi semester II-2019 akan lebih baik, inflasi akan lebih rendah, dan nilai tukar rupiah akan menguat, serta suku bunga akan lebih rendah," jelasnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan penurunan suku bunga BI diharapkan dapat menarik minat investor untuk masuk ke dalam negeri. Masuknya investasi diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

"Kalau suku bunga lebih rendah, kita harapkan pihak swasta akan merespon sehingga investasi bisa masuk lebih besar dan menyumbang ke pertumbuhan," tandasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak