alexametrics

Imbas Perang Dagang, 10.000 Lapangan Kerja Baru Tercipta di Taiwan

loading...
Imbas Perang Dagang, 10.000 Lapangan Kerja Baru Tercipta di Taiwan
Kepala Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Indonesia John C.Chen mencoba alat Vive VR System dalam acara Taiwan Excellence di Jakarta, Minggu (21/07/2019). Foto/SINDOnews/Inda
A+ A-
JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China membawa dampak positif dan negatif bagi negara-negara mitra dagang dan investasi kedua negara. Salah satunya Taiwan yang sejak awal tahun ini mulai melakukan penarikan investasi dan pabrik dari China untuk dikembalikan lagi ke Taiwan.

Penarikan ini sebagai imbas perang dagang AS-China yang menyebabkan ekspor produk dari China ke AS mengalami kendala.

“Dampak dari perang dagang ini tentu ada plus-minusnya. Kerugian sudah pasti ada, tapi dengan ditariknya kembali pabrik dari China ke Taiwan, maka peluang kerja bagi masyarakat Taiwan meningkat. Untuk tahun ini saja sudah bertambah 10.000 lebih pekerjaan di Taiwan,” ujar Kepala Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei(TETO) di Indonesia John C.Chen di sela acara Taiwan Excellence di Jakarta, Minggu (21/7/2019).



Selain ditarik kembali ke dalam negerinya, beberapa pabrik Taiwan juga ada yang direlokasi dari China ke negara lain seperti Vietnam dan Indonesia.

Contohnya perusahaan elektronik Pegatron yang pindah ke Batam dan izin usahanya telah berlaku efektif mulai 15 Maret 2019 atas nama PT Pegatron Technology Indonesia.

Saat ini memang terjadi persaingan ketat diantara negara Asia yang berlomba-lomba memetik manfaat dari perang dagang AS-China dengan menjadikan negara-negara mereka menarik bagi investasi asing.

Menurut Chen, sejauh ini Indonesia masih merupakan negara tujuan investasi yang nyaman, terlebih dengan populasi yang besar menjadikan Indonesia sebagai target pasar yang menarik.

Selain Pegatron yang memproduksi komponen untuk smartphone, imbuhnya, di Indonesia juga terdapat produsen sepatu Pou Chen Group yang mempekerjakan sekitar 100.000 masyarakat lokal.

Lebih lanjut Chen menjelaskan, hubungan dagang Taiwan dengan Indonesia terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10% setiap tahunnya. Sedangkan untuk pertumbuhan investasinya tahun lalu mencapai 20%.

“Tahun ini diprediksi akan meningkat di atas angka 20%, terlebih karena Pegatron sudah masuk dan mulai beroperasi di Batam,” sebutnya.

Chen menyebut saat ini sudah cukup banyak produk Taiwan yang disukai pasar Indonesia, diantaranya elektronik, kecantikan, microfiber, produk multimedia, suku cadang dan perkakas rumah tangga.

Guna mempromosikan produk-produk unggulan Taiwan di Indonesia, Taiwan menggelar ajang pameran rutin, salah satunya Taiwan Expo yang memasuki tahun ketiga dan akan digelar di Grand City Convex Surabaya, Jawa Timur, 26-28 September 2019.

Pameran ini akan menghadirkan 200 exhibitor asal Taiwan serta mempertemukan 120 buyer dan seller untuk menjajaki peluang dagang dan investasi.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak