alexametrics

Harga Minyak Dunia Melonjak 1% Imbas Gangguan Pasokan di Timur Tengah

loading...
Harga Minyak Dunia Melonjak 1% Imbas Gangguan Pasokan di Timur Tengah
Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 1% pada Selasa (23/7/2019). Foto/Ilustrasi
A+ A-
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 1% pada perdagangan Senin (22/7/2019) atau Selasa WIB, dipicu kekhawatiran investor tentang kemungkinan gangguan pasokan di Timur Tengah yang kaya energi setelah Iran merebut kapal tanker Inggris minggu lalu.

Mengutip Reuters, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1% menjadi USD56,22 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent pada perdagangan kemarin naik 1,3% menjadi USD63,26 per barel.

Pemuatan minyak mentah di ladang minyak Sahara, Libya, ladang minyak terbesar di negara itu, yang ditutup sejak Jumat telah menyebabkan kerugian produksi sekitar 290.000 barel per hari (bpd).



Pekan lalu, WTI turun lebih dari 7% dan Brent kehilangan lebih dari 6%, terbebani oleh kekhawatiran ekonomi dan kembalinya produksi AS di Teluk Meksiko setelah badai.

"Beberapa tekanan jual dari kekhawatiran permintaan tampaknya telah menguap minggu ini," kata wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. "Ketakutan tentang geopolitik tampaknya telah menghentikan sebagian tekanan jual itu," imbuhnya.

Pengawal Revolusi Iran menyatakan mereka telah menangkap sebuah kapal tanker minyak berbendera Inggris di Teluk, sebagai respon atas penyitaan Inggris atas sebuah kapal tanker Iran awal bulan ini.

Langkah ini memicu kekhawatiran potensi gangguan pasokan di Selat Hormuz di mulut Teluk, yang di dalamnya mengalir sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia. Namun, tidak ada eskalasi besar dengan Inggris atau Amerika Serikat (AS) yang tampaknya akan segera terjadi.

"Dalam permainan yang Iran mainkan dengan AS, negara itu mengambil risiko yang telah diperhitungkan. Tapi, sejauh ini AS tidak mengambil umpan," kata ahli strategi minyak global di BNP Paribas di London, Harry Tchilinguirian.

Pekan lalu, data menunjukkan pengiriman minyak mentah dari Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia, jatuh ke level terendah 1-1 / 2 tahun pada Mei.

Uang spekulatif mengalir kembali ke minyak sebagai tanggapan atas meningkatnya perselisihan antara Iran, AS, dan negara-negara Barat lainnya, bersama dengan tanda-tanda jatuhnya pasokan.

Pada awal Mei, sanksi baru AS yang lebih ketat terhadap Iran mulai berlaku.

Menurut data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS dan Intercontinental Exchange mencatat pengelola dana lindung nilai atau hedge fund menaikkan posisi gabungan berjangka dan opsi pada minyak mentah AS untuk minggu kedua dan meningkatkan posisi mereka dalam minyak mentah Brent juga.

Selain itu, Goldman Sachs pada hari Minggu menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk 2019 menjadi 1,275 juta barel per hari, menyusul aktivitas ekonomi global yang mengecewakan.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak