alexametrics

Menakar Peran Besar Ekonomi Syariah ke Investasi dan Pembangunan SDGs

loading...
Menakar Peran Besar Ekonomi Syariah ke Investasi dan Pembangunan SDGs
Wamenkeu Mardiasmo menerangkan, bahwa keuangan syariah memiliki potensi peran yang besar terhadap investasi dan juga mencapai pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Republik Indonesia, Mardiasmo menerangkan, bahwa keuangan syariah memiliki potensi peran yang besar terhadap investasi. Kontribusi dan kolaborasi keuangan syariah tidak hanya berdampak ke investasi, tetapi juga dalam mencapai sasaran yang tercantum dalam pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) saat ini menjadi fokus pembangunan di berbagai Negara, namun untuk mencapainya diperlukan pembiayaan yang sangat besar dan kerja sama berbagai pihak," ujar Mardiasmo dalam ajang Annual Islamic Finance Conference (4th AIFC) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/7/2019).

Dalam acara yang berlangsung selama 24 hingga 25 Juli 2019 di Surabaya, Jawa Timur dengan mengusung tema “Blending Islamic Finance and Impact Investing for SDGs”, ditekankan oleh Mardiasmo bahwa dana sosial yang dikelola secara syariah dalam bentuk cash waqf, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat seperti sanitasi, nutrisi ibu dan anak.



"Sementara konsep impact investment dalam keuangan syariah diwujudkan Pemerintah dalam penerbitan green sukuk yang digunakan untuk membangun 727 km jalur kereta double-track, pengelolaan sampah untuk 3,4 juta rumah tangga dan 121 pembangkit listrik mini tenaga matahari," paparnya.

Lebih lanjut terang dia, berbagai negara saat ini sedang fokus untuk mewujudkan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan biaya yang tidak sedikit. Dalam panel session I Annual Islamic Finance Conference yang ke-4 (4th AIFC) yang digelar pagi ini, para panelis menyampaikan pandangannya mengenai impact investment dan bagaimana perannya dalam pencapaian SDGs.

Lima panelis dalam sesi ini adalah Joanne Manda (Innovative Financing UNDP), Thierry Sanders (PT Mekar Investama Sampoerna), Azam Khan (International Finance Corporation (IFC)), Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur), dan David Soukhasing (Angel Investment Network Indonesia).

Indonesia sendiri memiliki potensi dan peluang yang sangat besar dalam impact investment. Pasalnya, Impact Investment di Indonesia memiliki potential market yang sangat besar. Di tahun 2018, terdapat USD148,8 juta investasi swasta secara umum.

Selain itu, potensi dari sektor syariah juga cukup besar, contohnya zakat yang besarannya 4% dari PDB. Senada dengan pendapat tersebut, Therry Sanders berpandangan dalam lima tahun ke depan (2019-2023) Indonesia mempunyai peluang impact investment, yang berdampak luas bagi masyarakat, sebesar USD23 juta dolar di berbagai sektor, dimana energi menjadi sektor terbesar, diikuti agrikultur dan perikanan.

Investasi tersebut berpotensi membawa dampak pada peningkatan pendapatan kepada 30 juta orang, pendidikan kepada 38 juta orang, energi listrik terbarukan sebesar 4 GW, dan lain-lain. Namun demikian, investor juga tidak bisa menutup mata akan potensi risiko. Salah satunya risiko ketidakstabilan mata uang, pajak investor luar negeri yang tinggi, isu-isu ekuitas, dan mentalitas yang perlu diselesaikan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak