alexametrics

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 24% di Semester I/2019

loading...
Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 24% di Semester I/2019
BTPN Syariah pada semester pertama 2019, berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang sehat sebesar 24% menjadi Rp8,54 triliun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) pada semester pertama 2019, berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang sehat sebesar 24% menjadi Rp8,54 triliun dari Rp 6,87 triliun pada periode yang sama tahun 2018. Pertumbuhan ini turut sejalan dengan kemampuan bank menjaga kualitas kredit yang tercermin pada tingkat rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) sebesar 1,34%.

"Angka tersebut turun dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar 1,65% (year on year)," kata Direktur Utama BTPN Syariah Ratih Rachmawaty di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Adapun total aset BTPN Syariah tumbuh juga mengalami peningkatan 30% menjadi Rp13,94 triliun dari Rp10,73 triliun (year on year). Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp8,88 triliun tumbuh 27% dari Rp7,02 triliun (year on year). Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di posisi 39,4%.



Ratih melanjutkan, laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp610 miliar atau tumbuh 36% dari Rp449 miliar (year on year). BTPN Syariah juga berhasil meningkatkan efisiensi dalam mengoperasikan bisnis dimana beban operasional terhadap pendapatan operasional sebesar 60,4%, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya 62,9 %.

Menurut Ratih, pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan untuk fokus melayani keluarga prasejahtera produktif sejak 2010. “Kami terus fokus melayani keluarga prasejahtera produktif Indonesia. Bersama-sama, mengupayakan agar mimpi dan niat baik nasabah kami dapat terwujud lebih cepat dengan cara yang tepat," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak