alexametrics

Terungkap, Pendanaan Pembuatan Pesawat Boeing 737 Max Dituding Tak Memadai

loading...
Terungkap, Pendanaan Pembuatan Pesawat Boeing 737 Max Dituding Tak Memadai
Seorang mantan insinyur Boeing mengatakan kepada BBC, bahwa jalur produksi pesawat 737 Max tidak didanai secara benar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
CHICAGO - Fakta baru terungkap seputar pesawat Boeing 737 Max yang dituding dalam produksinya tidak didanai secara memadai. Seorang mantan insinyur Boeing mengatakan kepada BBC, bahwa jalur produksi pesawat 737 Max tidak didanai secara benar.

Seperti diketahui pesawat Boeing 737 Max telah dikandangkan setelah dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang. Sementara 737 Max sendiri, merupakan pesawat dengan penjualan tercepat perusahaan dan telah menghasilkan miliaran dolar dari penjualan.

Boeing membantah tudingan tersebut dan mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menjadikan 737 Max sebagai salah satu pesawat teraman yang pernah terbang. Adam Dickson bekerja di Boeing selama 30 tahun dan memimpin tim insinyur yang menggarap 737 Max mengaku telah bekerja di bawah tekanan secara konstan untuk menekan biaya produksi.



"Tentu saja yang saya lihat adalah kurangnya sumber daya yang cukup untuk melakukan pekerjaan secara keseluruhan. Budaya disana sangat berpusat kepada biaya, dengan tekanan sangat besar. Insinyur diberi target untuk menekan sejumlah biaya tertentu dari pembuatan pesawat," paparnya.

Dickson menambahkan, para insinyur di bawah tekanan untuk menyederhanakan fitur baru pada 737 Max. Menurutnya perusahaan lebih memilih sedikit perubahan, sedangkan Boeing sendiri saat ini tengah menghadapi pengawasan dari regulator AS, Administrasi Penerbangan Federal.

"Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa perbedaan yang terjadi sangat mirip dengan desain sebelumnya, sehingga tidak memerlukan klasifikasi desain utama dalam proses sertifikasi. Ada banyak minat dan tekanan pada sertifikasi dan analisis insinyur khususnya, untuk melihat setiap perubahan pada Max sebagai perubahan kecil," terang dia.

Dia menuturkan, bahwa meremehkan perubahan mengurangi pengawasan dengan cara yang dapat berdampak terhadap keamanan. Sekarang bahkan keluarga saya sendiri memiliki kekhawatiran tentang keselamatan pesawat. "Keluargaku tidak akan terbang dengan 737 Max. Menakutkan melihat insiden besar seperti itu karena sistem yang tidak berfungsi dengan baik atau akurat," jelasnya.

Sementara dari sisi Boeing menegaskan komentar mantan insinyurnya itu tidak benar. "Kami tidak mengambil jalan pintas atau mendorong 737 Max sebelum siap terbang. Kami selalu berpegang teguh pada nilai-nilai keselamatan, kualitas dan integritas kami dan nilai-nilai itu saling melengkapi dan saling memperkuat dengan produktivitas dan kinerja perusahaan," ujar Boeing.

Penumpang pertama kali terbang dengan 737 Max pada 2017, tetapi maskapai telah melakukan pembelian di muka sejak pesawat ini pertama kali dipasarkan pada 2011. Lima ribu telah dipesan untuk menjadikannya sebagai pesawat dengan penjualan tercepat dalam sejarah Boeing.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak