alexametrics

Hingga Juni, Penjualan Mark Dynamics Tumbuh 13,1%

loading...
Hingga Juni, Penjualan Mark Dynamics Tumbuh 13,1%
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Ridwan Go. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatat peningkatan kinerja pada kuartal II 2019, dengan laba komprehensif sebesar Rp45,11 miliar, atau naik 23,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp36,54 miliar.

Peningkatan laba komprehensif ini berasal dari peningkatan penjualan sebesar 13,1% menjadi Rp175,80 miliar per 30 Juni 2019, dibanding Rp155,45 miliar per 30 Juni 2018.

Presiden Direktur MARK, Ridwan Go, menyatakan peningkatan kinerja dicapai menyusul masih meningkatnya permintaan cetakan sarung tangan keramik yang merupakan produk utama perseroan.



"Secara global, pertumbuhan permintaan masih terjadi dan terbuka pasar baru. Dan ini berimbas pada pencapaian kinerja kami yang merupakan pemasok utama cetakan sarung tangan keramik," kata Ridwan dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Hal yang menarik dari laporan MARK dilihat dari segi asset expansion, dimana total aset mencatat kenaikan 28,7% menjadi Rp409,55 miliar per 30 Juni 2019, dibandingkan Rp318,08 miliar pada 31 Desember 2018.

Aset lancar perseroan meningkat 23,7% menjadi Rp200,52 miliar dibandingkan dengan Rp162,15 miliar pada tahun sebelumnya. Demikian pula pada posisi aset tidak lancar, terdapat peningkatan 34,1% menjadi Rp209,03 miliar dibandingkan dengan Rp155,93 miliar.

Hal ini menyatakan MARK sedang melakukan ekspansi bisnis (dengan memasuki pasar baru dan akuisisi perusahaan). MARK juga tengah menjajaki ekspor ke Sri Lanka dan India selain China dan Vietnam yang sudah dirambah tahun ini. Hal ini bertujuan meningkatkan penjualan, dengan target laba bersih Rp100 miliar di tahun 2019.

Dengan PE sebesar 20 kali, dan profit margin sebesar 26%, MARK merupakan perusahaan dengan prospek yang menarik. "Kami mencatat kenaikan aset sejalan dengan pengembangan usaha yang kami lakukan, tentunya dengan imbas terjadinya peningkatan kewajiban," ungkap Ridwan.

Dia juga menyampaikan total kewajiban perseroan meningkat menjadi Rp153,30 miliar per 30 Juni 2019, dibandingkan Rp80,34 miliar per 31 Desember 2018. Peningkatan juga terjadi pada posisi ekuitas perseroan, yaitu menjadi Rp256,25 miliar, dari sebelumnya Rp237,74 miliar.

Peningkatan ekuitas terjadi menyusul tercapainya peningkatan saldo laba per 30 Juni 2019 menjadi Rp157,51 miliar, dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2018 sebesar Rp138,99 miliar.

"Kami juga telah menyelesaikan pembayaran dividen pada tanggal 14 Juni 2019 sebesar Rp26,6 miliar atau Rp7 per lembar saham," tambah Ridwan.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak