alexametrics

Musim Kemarau, Pemerintah Waspadai Inflasi Cabai dan Bawang

loading...
Musim Kemarau, Pemerintah Waspadai Inflasi Cabai dan Bawang
Kekekringan akibat musim kemarau diperkirakan bakal memengaruhi pasokan bawang dan cabai dan mengerek inflasi bahan makanan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku mewaspadai inflasi yang akan terjadi pada bahan makanan, terutama cabai dan bawang, akibat musim kemarau. Hal ini karena kedua komoditas tersebut sangat dipengaruhi oleh musim.

"Sebenarnya yang mungkin harus diperhatikan lebih itu bumbu-bumbuan, umumnya cabai, bawang. Karena kita belum menemukan solusi yang sifatnya agak permanen. Harga naik, kurang tanam dan seterusnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Menurut Darmin, apabila cabai sudah tumbuh di bulan April-Mei maka stok tidak menjadi masalah di musim kemarau. "Tapi kalau baru tanam karena kemarau, itu perlu diperhatikan. Kecuali kalau irigasinya ada," jelasnya.



Sementara komoditas kelompok bahan makanan seperti beras, menurut Darmin tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena stok masih banyak. "Paling nanti yang harus kita perhitungkan setelah Januari sampai Maret," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Darmin akan menggelar rapat dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melihat kondisi pertanaman. "Saya belum tahu kondisi pertanamannya seperti apa. Saya mesti rapat dulu dengan Kementan. Kita lihat dulu seminggu ini, nanti kita baru hitung seperti apa," tuturnya.

Darmin menambahkan, untuk inflasi Juli 2019 yang sebesar 0,31% dinilai sedikit tinggi. Penyebab utama kenaikan Juli 2019 disumbang harga cabai merah, cabai rawit, emas, dan biaya pendidikan sekolah. "Sedikit (tinggi). Kalau inflasi 0,3 dikali 12 bulan sekitar 3,6%. Masih tidak jauh tapi lewat dari titik tengah," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak