alexametrics

Sri Mulyani Beri Sinyal Kembali Hidupkan Tax Amnesty

loading...
Sri Mulyani Beri Sinyal Kembali Hidupkan Tax Amnesty
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku, telah mendapatkan masukan dari kalangan pengusaha yang meminta agar pemerintah menerapkan tax amnesty jilid II. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku, telah mendapatkan masukan dari kalangan pengusaha yang meminta agar pemerintah menerapkan tax amnesty jilid II. Hal ini sepertinya disambut baik oleh Menkeu, yang kabarnya sudah masuk dalam kajian paket reformasi pajak yang segera diserahkan ke Presiden.

"Namanya di dunia ini, semuanya mungkin. Apa itu yang terbaik kita akan lihat, tax amnesty di Indonesia sudah apik sekali. Tetapi kemarin, yang ikut dalam program tax amnesty pertama hanya 1 juta wajib pajak (WP)," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (1/8/2019).

Lebih lanjut Ia menegaskan, bakal kembali menimbang semua masukan dari beberapa pihak yang meminta pemerintah menggelar tax amnesty jilid II. Bahkan cerita dari sejumlah pengusaha yang menyesal tidak memanfaatkan program pengampunan pajak yang diinisiasi pemerintah pada 2016-2017 lalu bakal disampaikan kepada Presiden Jokowi.



"Kami akan menimbang semua, kemarin saya dengar ada yang benar-benar menyesal karena enggak ikut tax amnesty. Mungkin kita akan lihat. Nanti akan disampaikan juga ke Bapak Presiden, kita lihat semuanya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani membenarkan, bahwa banyak pengusaha menyesal lantaran tak memanfaatkan tax amnesty. Padahal saat ini telah memasuki era keterbukaan informasi (Automatic Exchange of Information/AEoI).

"Kemarin banyak yang menyesal juga enggak ikut tax amnesty, sekarang sudah masuk AEoI. Makanya tadi kami tanyakan ke Bu Sri Mulyani mungkin enggak ada tax amnesty jilid II, makanya kami mengharapkan itu," jelas Rosan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak