alexametrics

Tanaman Hias Indonesia Siap Merambah Mancanegara

loading...
Tanaman Hias Indonesia Siap Merambah Mancanegara
Ekspor tanaman hias mulai Januari hingga Mei 2019 mencapai 1.903 ton atau meningkat 27% dibandingkan Januari hingga Mei 2018 yang hanya 1.494 ton. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir ini, Kementerian Pertanian (Kementan) fokus dalam peningkatan produksi hortikultura berpotensi ekspor. Cabai, bawang merah, jeruk, mangga, manggis, pisang, krisan dan dracaena terus didorong dalam bentuk pengembangan kawasan di daerah sentra produksi.

"Tidak kurang dari 9 ribu hektare setiap tahunnya APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dikucurkan untuk membentuk kawasan-kawasan buah dan florikultura," ujar Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto.

Produksi hortikultura Indonesia tercatat terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018 angka produksi buah mencapai 21,5 juta ton, sayuran 13 juta ton, tanaman hias 870 juta tangkai dan tanaman obat mencapai 676 ribu ton.



Sambung Prihasto menambahkan, capaian ekspor komoditas hortikultura 2018 sangat membanggakan. Kinerja volume ekspor hortikultura Tahun 2018 mencapai 435 ribu ton atau naik 10,36% dibanding Tahun 2017 sebesar 394 ribu ton.

Selanjutnya Ekspor hortikultura (sayuran, buah, dan tanaman hias) lebih tinggi 11,92% dengan nilai Rp5 triliun di Tahun 2018 ke 113 negara tujuan ekspor. Ekspor sayuran naik 4,8% sedangkan ekspor buah segar naik signifikan 154%.

Tahun ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor tanaman hias mulai Januari hingga Mei 2019 mencapai 1.903 ton. Angka ini menguat 27% dibandingkan Januari hingga Mei 2018 yang hanya 1.494 ton.

"Khusus ekspor bunga krisan pada Tahun 2018 sebesar 59,1 ton dan senilai Rp 8,2 miliar sedangkan ekspor tanaman hias lainnya pada Tahun 2018 sebesar 4.533 ton,” ujar pria yang akrab disapa Anton ini.

Dari bulan Januari sampai dengan Mei 2019 ekspor Krisan ke Jepang mencapai 11,7 Ton dengan nilai USD183.098,80. Selain Jepang, tujuan ekspor krisan ke Kuwait, Malaysia dan Singapura. Permintaan bunga potong masih lumayan tinggi di pasaran, yakni sebagai penambah estetika dengan kebutuhan per tahun 21,8% atau sekitar Rp1,2 juta per bulan.

Selain krisan, komoditas yang memiliki potensi ekspor adalah dracaena rata-rata permintaannya 18 ton per bulan dengan nilai sekitar Rp 250 juta. Tujuan ekspor ke Timur Tengah, Rusia dan India.

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi menambahkan bahwa dalam mendukung peningkatan ekspor tanaman hias, Direktorat Buah dan Florikultura secara rutin menganggarkan pengembangan florikultura setiap tahunnya. Pada Tahun 2019 pengembangan florikultura 12.000 m2 dan pada Tahun 2020 direncanakan mencapai 200.000 m2.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak