alexametrics

IHSG Pekan Ini Naik, Nilai Kapitalisasi Pasar Menanjak Jadi Rp7.271 Triliun

loading...
IHSG Pekan Ini Naik, Nilai Kapitalisasi Pasar Menanjak Jadi Rp7.271 Triliun
Pada pekan ini data IHSG mengalami peningkatan, sejalan kompak dengan nilai kapitalisasi pasar yang juga menguat sebesar 0,26%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pada pekan ini, data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,24% pada posisi 6.340,180 dari 6.325,237 pada pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar juga kompak menguat sebesar 0,26% menjadi Rp7.271,275 triliun dari Rp7.252,447 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

"Peningkatan tersebut juga diikuti dengan bertambahnya rata-rata nilai transaksi bursa selama sepekan sebesar 10,60% menjadi Rp9,171 triliun dari Rp8,292 triliun pada penutupan pekan lalu," tulis keterangan resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Sedangkan untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pekan ini mengalami perubahan sebesar 5,38% menjadi 471,116 ribu kali transaksi dari pekan lalu 497,926 ribu kali transaksi. Selanjutnya untuk rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan perubahan sebesar 7,75% menjadi 16,022 miliar unit saham dari 17,368 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.



Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp68,005 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp579,41 miliar.

Pada pekan ini, terdapat 2 Pencatatan Obligasi, yaitu yang pertama pada Senin (29/7) Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Mandiri Tunas Finance (TUFI) resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2.000.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi tersebut adalah idAA+ (Double A Plus). Bertindak sebagai Wali Amanat untuk emisi tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian yang kedua adalah Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap IV Tahun 2019 (Obligasi) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap IV Tahun 2019 (Sukuk Ijarah) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero) resmi dicatatkan di BEI pada Jumat (2/8) dengan nilai nominal sebesar Rp2.953.620.000.000 untuk Obligasi dan Rp1.250.000.000.000 untuk Sukuk Ijarah.

PEFINDO memberikan pemeringkatan idAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Ijarah tersebut. Bertindak sebagai Wali Amanat untuk emisi tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 63 emisi dari 39 Perusahaan Tercatat senilai Rp73,47 triliun. Dengan kedua pencatatan tersebut maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 404 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,10 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN).
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak